Tak Ada TPS, Warga Buang Sampah di Rel Kereta Api Tanjung Priok

2026-01-13 12:31:15
Tak Ada TPS, Warga Buang Sampah di Rel Kereta Api Tanjung Priok
JAKARTA, - Tumpukan sampah menjadi pemandangan sehari-hari di sepanjang perlintasan kereta api wilayah Tanjung Priok, Jakarta Utara.Sampah tersebut berasal dari permukiman warga di dua kampung yang berhimpitan langsung dengan rel kereta api, yakni Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari.Hampir setiap lima menit, warga dari kedua kampung itu terlihat membuang sampah ke area rel kereta api tanpa rasa bersalah. Sebagian besar sampah dibuang ke bagian tengah rel yang tidak dilalui kereta.Baca juga: Terbengkalai sejak 2007, Kenapa Menara Saidah Tak Dirobohkan?Dahulu, area tengah rel tersebut dipenuhi bangunan liar semi permanen yang ditempati warga. Namun, bangunan-bangunan itu telah ditertibkan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemilik lahan./ SHINTA DWI AYU Rel kereta api Tanjung Priok, Jakarta Utara, menjadi tempat pembuangan sampah."Dulunya kan ini rumah panggung, terus digusur sama PT KAI jadi lahan kosong, dimanfaatin sama warga buat tempat buang sampah," ungkap salah satu warga bernama Supriyatin (52) ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Rabu .Sejak saat itu, membuang sampah di pinggir rel menjadi kebiasaan warga Tanjung Priok selama puluhan tahun.Bahkan, ketika Supriyatin pertama kali menginjakkan kaki di wilayah tersebut sekitar 11 tahun lalu, ia mengaku sudah disarankan oleh warga sekitar untuk membuang sampah di pinggir rel. Kebiasaan itu pun masih dilakukan Supriyatin hingga kini.Supriyatin memilih membuang sampah di rel kereta lantaran tak ada tempat pembuangan sampah (TPS) di sekitar Tanjung Priok."Di sini enggak ada TPS, terus biasanya kan disediain bak sampah atau bak penampungan sampah buat warga, ini enggak ada, jadi buang sampah ke sini," tutur dia.Ketiadaan TPS tidak hanya membuat warga membuang sampah ke rel kereta, tetapi juga ke kali yang berada di dekat rumah mereka. Akibatnya, aliran kali di Kampung Bahari dipenuhi sampah.Meski demikian, sampah di kali tersebut rutin diangkut oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Hal inilah yang membuat Supriyatin memilih membuang sampah ke rel agar tidak menambah beban petugas PPSU.Baca juga: Ironi Rel Kereta Api Tanjung Priok, Puluhan Tahun Jadi Tempat Pembuangan Sampah WargaPasalnya, sampah yang menumpuk di rel kereta tidak pernah diangkut oleh para petugas PPSU. Tumpukan sampah itu bisa berkurang karena rutin dibakar oleh warga sekitar.Warga lainnya, Kasan (55), menyebutkan bahwa memang tidak ada TPS di Tanjung Priok. Namun, truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta sebenarnya rutin datang setiap hari.Truk DLH biasanya mengangkut sampah di depan gang Kampung Muara Bahari yang dekat dengan jalan raya. Truk tersebut tidak bisa masuk ke permukiman warga karena akses jalan yang sempit.Kondisi itulah yang membuat sebagian warga enggan membuang sampah ke truk karena harus berjalan cukup jauh ke depan gang."Ada mobil sampah mengangkut, cuma tetap mereka buang ke rel karena truknya enggak bisa masuk aksesnya, jadi orang malas buat buang ke mobil," tutur Kasan.Warga lain Supriyatna (64) juga mengaku memilih membuang sampah ke rel karena lebih dekat dengan rumahnya. Jika membuang ke truk sampah, ia harus berjalan ke luar gang yang jaraknya sekitar 500 meter."Jauh kalau ke depan. Ini si buangnya enggak di rel tapi di pinggir rel dan tengahnya," tutur dia.


(prf/ega)