Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun Tangan

2026-01-11 15:11:34
Beruang Madu Muncul di Lokasi Bekas Banjir Bandang Agam, BKSDA Sumbar Turun Tangan
- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) mengerahkan tim ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan kemunculan Beruang Madu (Helarctos malayanus) di kawasan terdampak banjir bandang Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan satwa dilindungi tersebut.Kemunculan beruang ini terjadi di sekitar lokasi normalisasi Sungai Batang Aia Balok yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.Aktivitas alat berat di kawasan tersebut diduga memicu satwa keluar dari habitat alaminya dan terlihat oleh warga yang berada di sekitar lokasi.Baca juga: Di Tengah Keterisolasian Agam, Relawan Dompet Dhuafa Berhasil Mendirikan Dapur UmumSalah seorang warga Bancah, Basrizal, menceritakan bahwa ia pertama kali melihat satu individu Beruang Madu berada di atas Pohon Bintungan dalam kondisi tidur. Kejadian tersebut berlangsung saat alat berat tengah bekerja melakukan normalisasi sungai."Beruang langsung melihat saya ke lokasi sungai dan di lokasi itu hanya ada saya bersama teman atas nama Edi Surya yang sedang mengawasi alat berat bekerja melakukan normalisasi sungai rusak, dampak banjir bandang melanda daerah itu pada Kamis ," katanya di Lubuk Basung, Selasa dikutip dari Antara.Basrizal mengatakan ia mengamati keberadaan beruang tersebut selama kurang lebih 15 menit.Selama waktu itu, satwa dilindungi tersebut tetap berada di atas pohon dan tidak menunjukkan perilaku agresif terhadap manusia di sekitarnya.Baca juga: Korban Bencana di Agam Mulai Terserang Penyakit, Unbrah Kirim Tim DokterSetelah memastikan keberadaan beruang, Basrizal memutuskan untuk kembali ke rumah guna mencari alat yang bisa digunakan untuk mengusir satwa tersebut agar menjauh dari area aktivitas manusia. Namun, ketika ia kembali ke lokasi, Beruang Madu tersebut sudah tidak terlihat lagi."Satwa itu sudah kembali ke hutan sekitar sungai dan saya laporkan ke keluarga agar melaporkan temuan itu ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar," katanya.Langkah melapor ini dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan, mengingat lokasi kemunculan beruang berada di area yang sedang dipadati aktivitas manusia pascabencana banjir bandang.Baca juga: Kesibukan Prabowo di Agam: Menghibur yang Duka hingga Cek JembatanKepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait kemunculan Beruang Madu tersebut.Menurutnya, setelah laporan diterima, petugas langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan."Sesampai di lokasi, petugas melakukan verifikasi lapangan, wawancara saksi mata dan identifikasi lapangan," katanya.Proses verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kebenaran laporan, mengetahui pergerakan satwa, serta menilai potensi risiko bagi masyarakat maupun satwa itu sendiri.Baca juga: Momen Prabowo Kenalkan Menterinya ke Warga Agam: Kami Akan Kerja untuk Kalian


(prf/ega)