Tiga Bulan Mencari Keadilan, Ibu di Brebes Ungkap Dugaan Bullying yang Tewaskan Anaknya

2026-01-12 06:04:51
Tiga Bulan Mencari Keadilan, Ibu di Brebes Ungkap Dugaan Bullying yang Tewaskan Anaknya
- Sembari memegang foto anaknya yang telah meninggal dunia, Siti Royanah (42), warga Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, tak kuasa menahan air mata.Di rumahnya yang sederhana, ia mengenang sang buah hati, Azka Rizki Fadholi, yang menurutnya dikenal sebagai anak penurut dan jarang membuat masalah.Tiga bulan telah berlalu sejak Azka meninggal dunia pada Selasa .Namun, duka dan tanda tanya masih menyelimuti keluarga. Siti baru menyadari bahwa keluhan sakit yang dialami anaknya sepulang sekolah diduga berkaitan dengan peristiwa bullying di sekolah, tepatnya di salah satu Mts di Kecamatan Larangan, Brebes.Baca juga: Cerita Siswa Sekolah Rakyat Berjuang Lepas dari Jerat Trauma BullyingSiti menuturkan, pada Jumat , Azka pulang sekolah dalam kondisi tidak ceria seperti biasanya. Setibanya di rumah, Azka langsung masuk kamar dan terlihat murung.Saat waktu Salat Jumat tiba, Azka sempat diajak pamannya untuk berangkat bersama. Namun, Azka menolak dengan alasan tidak enak badan.“Kepala saya sakit, Bu, enggak kuat buat bangun,” ujar Siti menirukan ucapan anaknya saat itu.Keesokan harinya, Sabtu , Azka tetap memaksakan diri berangkat sekolah. Namun, Siti mulai merasa curiga ketika melihat kaus kaki anaknya kotor seperti habis terperosok lumpur.“Saya suruh ganti kaus kakinya yang kotor, tapi almarhum tidak mau ganti,” ungkapnya.Pada malam hari, Siti kembali menanyakan kondisi kesehatan Azka. Saat itu, Azka mengaku merasakan sakit di beberapa bagian tubuh.“Almarhum mengaku sakit di bagian dada dan tangan,” kata Siti.Karena tangan Azka sulit digerakkan, Siti sempat membawanya ke tukang urut. Namun, sejak saat itu, kondisi Azka semakin memburuk dan lebih banyak mengurung diri di kamar.“Sejak Sabtu sampai Minggu hanya di kamar, tidak ceria seperti biasanya. Makan pun saya yang mengantarkan ke kamar,” ujarnya.Baca juga: Cegah Bullying, Dispendik Jatim Bentuk Tim Penanggulangan Kekerasan di SekolahPuncaknya terjadi pada Senin dini hari,  Azka keluar kamar dengan dipapah kakaknya untuk pergi ke toilet. Saat itu, Siti tengah memasak mi instan di dapur.“Waktu sampai di samping saya, almarhum hampir jatuh. Saya rangkul lalu saya antar ke toilet,” tuturnya.


(prf/ega)