BANYUMAS, – Sebanyak 66 kepala keluarga (KK) atau sekitar 211 jiwa korban pergerakan tanah di Desa Ketanda, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dipindahkan ke hunian sementara (huntara) yang lebih aman.Sebelumnya, sebagian besar warga terdampak harus mengungsi di balai desa setempat selama kurang lebih satu bulan. Pengungsian dilakukan karena kondisi rumah warga dinilai membahayakan akibat pergerakan tanah yang terus terjadi.Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Andi Risdianto, mengatakan bahwa warga terdampak direncanakan akan menempati huntara selama enam bulan ke depan.Pemindahan warga dari lokasi pengungsian ke huntara dilakukan secara bertahap selama dua hari, yakni Sabtu hingga Minggu ."Kami sewakan rumah untuk huntara bagi warga terdampak selama enam bulan. Lokasinya di sekitar Desa Ketanda yang lebih aman, ada juga yang di luar desa," kata Andi saat dihubungi, Senin .Baca juga: Pesan Kuat Gandong dalam Debut Film Laga Iko Uwais Hadirkan Aktor Asal MalukuPemkab Banyumas Targetkan Hunian Tetap dalam Enam BulanAndi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak dapat terealisasi dalam waktu enam bulan. Saat ini, pemkab masih berupaya mencari sumber pendanaan untuk merealisasikan rencana tersebut."Nantinya akan dibangun hunian tetap, semoga bisa terealisasi selama enam bulan ini. Kami masih berupaya mencari pendanaan," ujar Andi.Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di lokasi bencana masih terus berlangsung hingga saat ini. Pergerakan terjadi secara perlahan dan berpotensi memperluas area terdampak."Masih ada pergerakan tanah, setiap hari ada pergerakan, pergerakannya merayap. Kejadiannya hampir berbarengan dengan longsor Majenang (Kabupaten Cilacap) dan Pandanarum (Kabupaten Banjarnegara)," kata Andi.Akibat pergerakan tanah tersebut, jumlah rumah terdampak bertambah signifikan, dari awalnya 21 rumah menjadi 66 rumah yang tersebar di tiga RT di RW 01.Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 rumah di Desa Ketanda terpaksa dikosongkan akibat pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga.Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa setelah wilayah setempat diguyur hujan lebat selama beberapa hari berturut-turut.Selain merusak rumah warga, pergerakan tanah juga menyebabkan kerusakan jalan lingkungan serta dua tempat ibadah di wilayah terdampak.
(prf/ega)
Satu Bulan di Pengungsian, 211 Jiwa Korban Tanah Bergerak Ketanda Banyumas Tempati Huntara
2026-01-12 15:09:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 14:18
| 2026-01-12 13:57
| 2026-01-12 13:32
| 2026-01-12 13:15










































