Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...

2026-02-03 02:37:54
Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...
- Warga Palestina di Betlehem akhirnya bisa merayakan Natal secara meriah untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.Sejak Oktober 2023, suasana muram mewarnai perayaan Natal di tempat kelahiran Yesus Kristus itu, seiring serangan Israel di Gaza.Suara genderang dan seruling yang memainkan lagu-lagu Natal populer, memenuhi udara Betlehem, seperti diberitakan AFP, Kamis .Umat Kristen dari usia muda hingga tua ramai-ramai menuju Manger Square di pusat kota."Hari ini penuh sukacita karena kami sebelumnya tidak bisa merayakan (Natal) karena perang," kata Milagros Anstas (17) yang mengenakan seragam kuning dan biru kelompok pramuka Salesian Bethlehem.Baca juga: Ketika Pohon Natal di Betlehem Kembali Menyala...Ratusan orang ikut serta dalam pawai menyusuri Jalan Bintang yang sempit di Betlehem, sementara kerumunan padat berkumpul di alun-alun.Para pria yang berpakaian seperti Santa Claus menjual apel karamel dan mainan. Banyak keluarga berfoto di depan adegan kelahiran Yesus yang dibingkai oleh bintang raksasa.Saat malam tiba, lampu warna-warni bersinar di atas Manger Square. Sebuah pohon Natal menjulang tinggi berkilauan di samping Gereja Kelahiran Yesus.Basilika ini berasal dari abad keempat dan dibangun di atas sebuah gua yang diyakini umat Kristen sebagai tempat kelahiran Yesus lebih dari 2.000 tahun yang lalu.Baca juga: Di Depan Investor, AS Mau Ubah Gaza Jadi Resor FuturistikWarga Bethlehem berharap, kembalinya perayaan Natal akan menghidupkan kembali kota tersebut."Kita perlu menyampaikan pesan ini ke seluruh dunia dan ini satu-satunya cara," kata George Hanna, dari kota tetangga Beit Jala."Apa artinya Natal tanpa perayaan?" sambungnya.Gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Hamas telah menghentikan pertempuran skala penuh di Betlehem sejak Oktober."Tahun ini kita menginginkan Natal yang penuh cahaya karena inilah yang kita butuhkan setelah dua tahun dalam kegelapan," kata Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, sebelum memimpin Misa Tengah Malam di Gereja Kelahiran.Baca juga: Di Venezuela Natal Dimulai 1 Oktober, Tergantung Keinginan PresidenTokoh agama senior itu mengunjungi Gaza yang dilanda perang pada akhir pekan, memimpin Misa Natal di Paroki Keluarga Kudus di Kota Gaza pada Minggu.Kepada kerumunan di Manger Square, dia mengaku telah menyaksikan "bencana" di wilayah Palestina, tetapi juga semangat ketahanan."Situasinya benar-benar mengerikan. Tapi saya juga melihat di sana keinginan untuk hidup, seperti di sini. Di tengah kehampaan, mereka mampu merayakan," ujarnya.Carmelina Piedimonte, yang melakukan perjalanan ke Betlehem dari Italia sebagai bagian dari kelompok Katolik, mengatakan bahwa menyaksikan perayaan Natal di Tepi Barat yang diduduki telah memberinya harapan."Jika di dalam hatimu ada cinta, maka mungkin untuk memiliki dunia tanpa perang," katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-03 14:05