Pinjol Bukan Cuma Soal Uang, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental Menurut Psikolog

2026-01-12 12:52:26
Pinjol Bukan Cuma Soal Uang, Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mental Menurut Psikolog
- Pinjaman online (pinjol) kerap dipersepsikan sebagai solusi cepat saat kebutuhan mendesak.Proses yang mudah, pencairan cepat, dan syarat minimal membuat banyak orang tergoda menggunakannya.Namun, di balik kemudahan tersebut, pinjol menyimpan risiko serius bagi kesehatan mental.Psikolog Mira Damayanti Amir, S.Psi., Psikolog, mengatakan bahwa dampak pinjol tidak berhenti pada persoalan finansial individu, tetapi bisa meluas hingga memengaruhi kondisi psikologis keluarga dan relasi sosial."Masalah pinjol itu bukan hanya personal. Dampaknya bisa ke keluarga, bahkan lingkungan sosial. Relasi menjadi terganggu, muncul konflik, dan tekanan psikologisnya sangat besar," ujar Mira saat dihubungi Kompas.com, Senin .Baca juga: Remaja Mudah Stres karena Media Sosial? Psikolog Ungkap PemicunyaMenurut Mira, salah satu faktor utama yang membuat seseorang mudah terjebak pinjol adalah rendahnya literasi finansial.Banyak orang tidak memahami cara kerja bunga, denda, hingga sistem cicilan, baik pada pinjol maupun kartu kredit."Orang merasa udah bayar cicilan tapi kok hutangnya nggak turun-turun, akhirnya timbul rasa panik dan stres," ujar Mira.Kemudahan akses juga memperparah situasi. Cukup dengan KTP dan foto, seseorang bisa mendapatkan pinjaman dalam waktu singkat.Sayangnya, kemudahan tersebut justru menjadi jebakan ketika tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan dan kontrol diri.Baca juga: Ibu Pekerja Rentan Alami Depresi dan Burnout, Studi Ungkap AlasannyaMira menilai, gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial juga berkontribusi besar.Keinginan untuk terlihat “mampu”, mengikuti tren, hingga dorongan untuk flexing di media sosial membuat sebagian orang meminjam uang untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak.:Dorongan impulsif ini tak jarang muncul ketika kontrol diri melemah. Apalagi kalau screen time tinggi dan kurang istirahat, kemampuan berpikir rasional ikut menurun," kata Mira.Dalam beberapa kasus, pinjol juga berkaitan dengan kebiasaan judi online.Ketika kalah, seseorang kembali berutang untuk menutup kerugian sebelumnya, sehingga terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang.


(prf/ega)