KPK Panggil 3 Kepala Distrik Saksi Kasus Dana Operasional Papua

2026-02-02 17:02:51
KPK Panggil 3 Kepala Distrik Saksi Kasus Dana Operasional Papua
JAKARTA, - KPK memanggil tiga kepala distrik untuk menjadi saksi kasus dugaan suap dana penunjang operasional Papua.“Pemeriksaan bertempat di Polda Papua atas nama YCS selaku Kepala Distrik Sentani Barat, MGD selaku Kepala Distrik Sentani, dan ESL selaku Kepala Distrik Sentani Timur,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis .Baca juga: KPK Periksa Pramugari, Gali Keterangan Korupsi Dana Operasional PapuaBerdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, sejumlah saksi tersebut adalah Kepala Distrik Sentani Barat Yance Samonsabra (YCS), Kepala Distrik Sentani Margaretha Debby (MGD), dan Kepala Distrik Sentani Timur Eslie Suangbubaro (ESL).Selain itu, Budi mengatakan KPK memanggil lima orang lainnya untuk menjadi saksi kasus tersebut, yakni ORP selaku Relationship Manager Credit Remedial Bank Papua, dan GGS selaku aparatur sipil negara (ASN) atau Fungsional Pengadaan pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Papua.Baca juga: KPK Panggil Pramugari RDG Airlines Jadi Saksi Kasus Dana Operasional PapuaKemudian ARS selaku wiraswasta, WLD selaku Asisten Manajer Monitoring dan Pelaporan Bank Papua, serta RYS selaku Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Kota Jayapura, Papua.Sebelumnya, pada 11 Juni 2025, KPK mengungkapkan kerugian kasus yang berkaitan dengan dugaan suap dana penunjang operasional, serta program peningkatan pelayanan kedinasan kepala dan wakil kepala daerah Pemerintah Provinsi Papua tahun 2020–2022.Kerugian keuangan negara akibat kasus tersebut adalah sebesar Rp 1,2 triliun.KPK juga mengungkapkan bahwa tersangka kasus tersebut adalah mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kepala Daerah Provinsi Papua Dius Enumbi, dan mantan Gubernur Papua Lukas Enembe.Akan tetapi, status tersangka Lukas Enembe gugur setelah yang bersangkutan meninggal dunia pada 26 Desember 2023.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-02 16:10