Di Balik Gedung Ikonik dan Proyek Raksasa, Begini Wajah Konstruksi Indonesia 2025

2026-01-11 03:52:13
Di Balik Gedung Ikonik dan Proyek Raksasa, Begini Wajah Konstruksi Indonesia 2025
– Tahun 2025 menjadi fase penting bagi sektor konstruksi Indonesia. Setelah melewati masa pemulihan pascapandemi, pembangunan fisik kembali dipacu melalui berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mulai dari gedung pemerintahan di Ibu Kota Nusantara (IKN), infrastruktur konektivitas, hingga proyek-proyek gedung ikonik di pusat kota.Di balik kemegahan bangunan dan ambisi percepatan pembangunan tersebut, 2025 juga menandai pergeseran arah industri konstruksi menuju efisiensi, keberlanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital.Pemerintah menempatkan sektor konstruksi sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional. Pada 2025, berbagai PSN berjalan seiring dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan fondasi ekonomi nasional sebagai pijakan menuju Indonesia Emas 2045.Infrastruktur diposisikan bukan sekadar sebagai proyek fisik, melainkan instrumen pemerataan pembangunan dan pengungkit pertumbuhan ekonomi jangka panjang.Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola infrastruktur berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan nasional menuju Indonesia Maju 2045. Hal itu disampaikan Menteri Dody dalam sambutannya pada Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 di Jakarta, Jumat .Baca juga: Bukan Cuma Dubai dan Amsterdam, Ini 3 Mahakarya Arsitektur Indonesia yang Diakui GlobalDody mengatakan bahwa setiap jembatan, bendungan, dan fasilitas publik yang dibangun pemerintah melalui Kementerian PU bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi nilai dan warisan untuk generasi mendatang.Infrastruktur merupakan penjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Oleh karena itu, tata kelola infrastruktur harus memastikan keberlanjutan menjadi kebutuhan, bukan pilihan.“Setiap infrastruktur yang dibangun bukan hanya (menggambarkan) tentang kemajuan hari ini, melainkan juga tentang warisan yang kita tinggalkan bagi anak cucu. Infrastruktur yang bijak adalah yang mempersatukan, bukan memisahkan,” kata Menteri Dody.Sejalan dengan itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029 mengusung visi “Terwujudnya Indonesia Maju dalam Mendukung Pondasi Emas 2045 melalui Penyelenggaraan Infrastruktur Pekerjaan Umum yang Andal dan Berkelanjutan”.Sasaran utama yang dikenal sebagai PU 608 mencakup peningkatan efisiensi investasi dengan incremental capital output ratio (ICOR) di bawah 6, pengentasan kemiskinan menuju 0 persen, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen per tahun.Baca juga: Kebutuhan Mandor Bersertifikat di IKN Meningkat, Ini PelatihannyaBerbagai PSN yang dijalankan mencerminkan sasaran tersebut, mulai dari pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan, pembangunan jalan dan jembatan untuk memperkuat konektivitas nasional, hingga percepatan pembangunan fasilitas pendidikan dan layanan dasar sebagai instrumen pengurangan kemiskinan struktural.Dalam lanskap gedung dan bangunan, 2025 menghadirkan kombinasi antara proyek yang telah beroperasi dan pembangunan yang memasuki fase krusial.Kantor Otorita IKN menjadi salah satu bangunan publik yang rampung dan mulai berfungsi pada 2025 sekaligus menjadi simbol awal wajah arsitektur pemerintahan di Nusantara. Bangunan ini tidak hanya mencerminkan identitas baru pusat pemerintahan, tetapi juga pendekatan desain yang lebih adaptif terhadap iklim dan lingkungan.Pada saat yang sama, kawasan legislatif dan yudikatif IKN mulai memasuki tahap pembangunan lanjutan. Tahap ini menandai transisi penting dari perencanaan konseptual menuju implementasi fisik berskala besar, sekaligus menguji kesiapan industri konstruksi nasional dalam mengelola proyek kompleks di wilayah baru.Baca juga: Wujudkan Rumah Impian Cukup Klik Generate? Realita AI yang Bikin Arsitek WaspadaSementara itu, di Jakarta, Autograph Tower—gedung supertall tertinggi di Indonesia—tetap relevan sebagai penanda capaian konstruksi nasional.


(prf/ega)