Jaga Jarak Aman, Kunci Cegah Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol

2026-01-12 04:33:16
Jaga Jarak Aman, Kunci Cegah Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
JAKARTA, - Menjaga jarak aman saat melaju di jalan tol kerap terdengar sepele, namun justru menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan beruntun.Meski sudah berulang kali disosialisasikan, praktik di lapangan menunjukkan masih banyak pengemudi yang berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depannya, terutama saat lalu lintas padat atau kecepatan tinggi.Menurut Marcell Kurniawan, Training Director Real Driving Centre (RDC), kebiasaan tidak menjaga jarak aman erat kaitannya dengan pola pikir pengemudi yang keliru.Baca juga: Nissan Siap Luncurkan Mobil Listrik NX8, Punya Versi REV“Banyak pengemudi merasa aman karena kondisi jalan lurus dan mulus, sehingga refleks untuk menjaga jarak justru menurun. Padahal, di kecepatan tinggi, jarak pengereman bisa bertambah drastis,” ujarnya kepada Kompas.com belum lama ini.Marcell menjelaskan, di jalan tol kendaraan umumnya melaju di atas 80 km/jam. Pada kecepatan tersebut, waktu reaksi manusia yang rata-rata berada di kisaran satu detik sudah cukup membuat mobil melaju puluhan meter sebelum pengemudi sempat menginjak rem.Toyota Indonesia Ilustrasi menjaga jarak aman saat mengemudi .Jika jarak terlalu dekat, tabrakan hampir tak terhindarkan saat kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.Risiko tersebut semakin besar ketika lalu lintas padat namun tetap bergerak cepat. Banyak pengemudi sengaja mempersempit jarak untuk mencegah kendaraan lain menyelip. Padahal, kebiasaan ini justru meningkatkan potensi kecelakaan beruntun karena satu kesalahan kecil dapat berdampak ke banyak kendaraan di belakangnya.Selain faktor perilaku, kesalahpahaman soal kemampuan kendaraan juga berperan. Sistem pengereman modern, fitur keselamatan aktif, hingga teknologi bantuan pengemudi sering membuat pengendara terlalu percaya diri.Marcell mengingatkan bahwa fitur keselamatan hanya membantu, bukan menggantikan kewaspadaan pengemudi.Baca juga: Liburan Nataru Pakai Mobil Pribadi, Kualitas Coolant Wajib Diperhatikan“Teknologi tidak bisa melawan hukum fisika. Sehebat apa pun mobilnya, kalau jarak terlalu dekat dan kecepatan tinggi, risiko tabrakan tetap besar,” kata Marcell.Untuk itu, ia menyarankan pengemudi menerapkan prinsip jarak aman minimal dua hingga tiga detik dari kendaraan di depan, dan menambah jarak saat hujan atau kondisi jalan tidak ideal. Dengan menjaga jarak, pengemudi memiliki waktu lebih panjang untuk bereaksi dan menghindari situasi darurat.Pada akhirnya, menjaga jarak aman di jalan tol bukan sekadar soal kepatuhan aturan, melainkan kesadaran bahwa satu keputusan sederhana dapat mencegah kecelakaan beruntun yang berdampak fatal. Disiplin kecil ini menjadi kunci keselamatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi pengguna jalan lainnya.


(prf/ega)