Edukasi Judi Online, Kampanye GoPay Libatkan 140.000 Masyarakat

2026-02-02 11:40:02
Edukasi Judi Online, Kampanye GoPay Libatkan 140.000 Masyarakat
JAKARTA, — Kampanye Judi Pasti Rugi yang dijalankan GoPay sebagai gerakan nasional untuk mengedukasi masyarakat terkait bahaya judi online meraih penghargaan dari Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas).Perhumas menobatkan Kampanye Judi Pasti Rugi sebagai Juara I kategori CSR PR Program dalam ajang PR Excellence Award 2025.Penghargaan ini diberikan atas pelaksanaan kampanye yang dijalankan sepanjang 2025 dengan pendekatan komunikasi publik dan keterlibatan masyarakat secara luas.Baca juga: Rekening Pekerja Migran Disalahgunakan untuk Judi Online, Pemerintah Ingatkan Bahaya Scammers/M. Elgana Mubarokah Ilustrasi judi online, OJK melalui Satgas PASTI akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Polri dan PPATK terkait rekening-rekening yang jumlahnya cukup banyak, mencapai lebih dari 4.000 rekening,Kampanye tersebut dijalankan melalui kombinasi kanal daring dan luring. Secara online, edukasi disebarkan melalui website dan media sosial, sementara secara offline dilakukan roadshow ke 66 kota di Indonesia.Melalui rangkaian kegiatan tersebut, kampanye ini melibatkan langsung hingga 140.000 masyarakat.Presiden Direktur GoTo Financial Sudhanshu Raheja mengatakan, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa isu pemberantasan judi online mendapat perhatian serius dari publik.“Penghargaan ini menjadi penanda bahwa pemberantasan judi online mendapatkan perhatian serius dari publik. Hal ini mendorong GoPay untuk terus menghadirkan inisiatif yang relevan dan bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Sudhanshu dalam keterangan resmi, Selasa . Baca juga: Indonesia Rugi Rp 133,2 Triliun per Tahun akibat Judi OnlineMenurut dia, melalui kampanye Judi Pasti Rugi, GoPay mendorong masyarakat untuk memahami risiko dan dampak judi online, sekaligus berani melawan praktik tersebut di lingkungan terdekat.“Lewat Judi Pasti Rugi, GoPay ingin agar masyarakat memahami bahaya judi online dan melawan praktik ini di lingkungan sekitar, terutama mulai dari kalangan keluarga,” kata Sudhanshu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-02 10:19