Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Turun Tipis Jadi 51,90

2026-02-02 13:50:59
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 Turun Tipis Jadi 51,90
JAKARTA, - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada bulan Desember 2025 sebesar 51,90, melambat sebesar 1,55 poin dibandingkan dengan bulan November 2025 yang sebesar 53,45.Nilai IKI Desember 2025 ini juga melambat 1,03 poin dibandingkan dengan nilai IKI Desember tahun lalu yang mencapai 52,93.Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan penurunan atau perlambatan nilai IKI di Desember tahun ini adalah hal wajar lantaran faktor musiman yang terjadi di setiap akhir tahun.Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Oktober 2025 Naik Tipis Jadi 53,50DOK. KEMENPERIN Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief “Jadi pada setiap Desember ini industri pengolahan itu biasanya memang karena faktor musiman ya misalkan soal industri menunda, menyediakan atau membuat kontrak baru untuk penghasil bahan baku sampai tahun depan atau juga mengeluarkan barang-barang produksinya ke pasar itu mereka juga sebagian juga masih menahan,” ujar Febri dalam jumpa pers IKI di Jakarta, Selasa .“Dan menurut kami faktor seasonal seperti itu karena industri masih wait and see terutama terkait dengan kebijakan dan insentif. Juga terkait dengan suku bunga dan inflasi, maka pada bulan Desember ini kami menilai turunnya nilai IKI sebesar 1,55 poin dibanding November lalu itu disebabkan karena faktor seasonal dan industri masih wait and see,” sambungnya.Meski demikian, menurut Febri, para pelaku industri masih menunjukkan pertumbuhan yang ekspansif dan masih menjadi penyumbang terbesar untuk Produk Domestik Bruto (PDB).Di antaranya adalah Industri Farmasi, Produk Obat Kimia dan Obat Tradisional, dan Industri Pengolahan Lainnya.Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri Juli Naik, Produksi Masih TertahanSHUTTERSTOCK/NORDRODEN Ilustrasi industri baja.“Dimana 17 subsektor industri yang masih ekspansif ini share PDB-nya sebesar 79,4 persen, sehingga IKI-nya masih tetap berada diatas 50 alias 51,90 meskipun turun dibandingkan dengan bulan November,” ungkap Febri.Kemudian untuk industri yang berorientasi pasar domestik nilai IKI-nya dinilai masih ekspansif namun turun menjadi 51,33 yani dari 52,71 di bulan November 2025.Dengan begitu, Febri bilang bahwa turunnya nilai IKI ini juga terjadi serentak pada industri yang berorientasi ekspor ataupun industri yang berorientasi pasar domestik. Meski begitu, penurunan nilai IKI tersebut tidak sampai pada angka 50 poin atau masih berada di atas 51 poin.Baca juga: Indeks Kepercayaan Industri Mei 2025 Naik Jadi 52,11 Poin, Kemenperin: EkspansifSelain itu, pandangan pelaku usaha juga masih optimisme industri akan tumbuh sampai enam bulan ke depan dan optimistis industri akan terjaga dengan baik. “Dimana tren peningkatan optimisme dalam enam bulan terakhir yakni sebesar 71,8 persen, naik 0,8 persen. Jadi, meskipun IKI-nya turun, namun optimisme pelaku usaha atau perusahaan industri masih relatif terjaga,” pungkasnya. Adapun sebelumnya, Kemenperin mencatatkan bahwa IKI pada November 2025 tercatat sebesar 53,45 poin, sedikit turun 0,05 poin dari Oktober 2025 yang berada di level 53,50. Meski melambat, IKI tetap berada di zona ekspansi. Berdasarkan laporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), industri mencatat munculnya “mesin baru pertumbuhan”, ditandai dengan mulai beroperasinya fasilitas produksi baru yang diproyeksikan memperkuat produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 14:09