JAKARTA, — Stasiun Tanah Abang di Jakarta Pusat, yang dikenal sebagai salah satu simpul transportasi terpadat di Ibu Kota Jakarta, kini tampil dengan wajah baru usai revitalisasi masif yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).Modernisasi tersebut menjadi tonggak awal transformasi layanan perkeretaapian yang lebih nyaman, inklusif, dan berorientasi publik.Menteri Perhubungan Dudi Purwagandhi dalam pemaparannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas menjadi fokus utama proyek revitalisasi Stasiun Tanah Abang.“Kapasitas penumpang meningkat signifikan dari 114.000 menjadi 380.000 penumpang per hari. Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek yang terus tumbuh pesat” ujar Dudi saat peresmian, Selasa .Baca juga: Bangunan Baru Stasiun Tanah Abang Dioperasikan, KAI Commuter dan DJKA Rubah Flow Pengguna Commuter LineLebih lanjut, ia menuturkan, bangunan baru berdiri di atas lahan 31.134 meter persegi dengan luas gedung mencapai kurang lebih 23.000 meter persegi. Stasiun ini kini memiliki empat peron dan enam jalur aktif yang memungkinkan pergerakan kereta lebih lancar dan efisien.“Setiap peron dapat melayani satu rangkaian kereta rel listrik (KRL) dengan 12 gerbong. Pada jam puncak, setiap gerbong mampu menampung sekitar 300 penumpang—setara dua pesawat Boeing 737 per gerbong, atau 20 pesawat per rangkaian,” tutur Dudi.Menurutnya, perbandingan tersebut menunjukkan besarnya daya angkut moda rel daripada transportasi lain.“Dengan peningkatan kapasitas seperti ini, masyarakat semakin punya alasan untuk beralih ke transportasi publik yang cepat dan terjangkau,” imbuhnya.Baca juga: DJKA Dorong Masyarakat Beralih ke Kereta Api sebagai Transportasi UtamaHingga Oktober 2025, Stasiun Tanah Abang telah melayani lebih dari 63 juta penumpang. Dudi menyebut angka tersebut setara sekitar 22 persen dari total pengguna KRL Jabodetabek pada periode yang sama.Ia berharap, peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dapat menjadi titik awal transformasi perkeretaapian secara menyeluruh dalam melayani publik.“Kami ingin memastikan setiap perjalanan rakyat terasa lebih mudah, aman, dan nyaman,” ujarnya menutup,” ucapnya.Dudi menjelaskan, nilai proyek kurang lebih mencapai Rp 380 miliar dan pengerjaan dilakukan bertahap sejak Juni 2025. Tahapan konstruksi dirancang agar layanan tetap berjalan selama masa pembangunan.Baca juga: Kemenhub Siapkan Super App Nasional untuk Integrasi Pembayaran Transportasi PublikSejalan dengan penambahan kapasitas, DJKA meningkatkan jumlah jalur dari 4 menjadi 6 dan peron dari 2 menjadi 4, serta menambah fasilitas untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM).Direktur Jenderal Perkertaapian Allan Tandiono menyampaikan, kelengkapan fasilitas penting untuk memastikan aksesibilitas bagi seluruh kalangan.Ia pun merinci, Stasiun Tanah Abang kini telah dilengkapi 11 eskalator, 7 elevator, 7 tangga manual, serta Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jatibaru yang menghubungkan area Jalan Inspeksi. Fasilitas disabilitas turut diperluas melalui toilet khusus, guiding block, dan area parkir prioritas.
(prf/ega)
Stasiun Tanah Abang Baru Resmi Beroperasi, Mampu Layani 380 Ribu Penumpang per Hari Setara Kapasitas Lebih dari 1.000 Pesawat Boeing 737
2026-01-11 03:26:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:12
| 2026-01-11 03:43
| 2026-01-11 02:48
| 2026-01-11 02:44
| 2026-01-11 02:29










































