Warga Luwu Hilang Diduga Diterkam Buaya, Pencarian Terkendala Serangan Hewan Buas

2026-01-12 17:04:51
Warga Luwu Hilang Diduga Diterkam Buaya, Pencarian Terkendala Serangan Hewan Buas
LUWU, – Herman (50), warga Dusun Beringin, Desa Pompengan Utara, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dilaporkan hilang saat beraktivitas di tambak ikan pada Sabtu dini hari.Hingga Selasa , pencarian sisa jasad korban masih terus dilakukan oleh keluarga dan warga setempat.Adik korban, Harman, menyatakan Herman terakhir kali meninggalkan rumah pada pagi hari menuju tambak. Namun hingga tengah hari, ia tidak kembali.Barang-barang korban, seperti celana, baju, rokok, dan ponsel, ditemukan di tepi empang.“Setengah hari ditunggu pulang makan siang, tidak ada. Keponakan datang cari, tidak ada juga. Sore saudara cari, ternyata yang ditemukan celana, baju, rokok, dan HP-nya,” kata Harman, Selasa .Baca juga: Cerita Dayat 30 Tahun Jadi Petugas Damkar Situbondo, Evakuasi Buaya yang Paling EkstremSetelah barang-barang ditemukan, warga dan Kepala Desa Pompengan Utara segera mengerahkan pencarian.Dugaan kuat muncul bahwa Herman diterkam buaya. Bahkan, dua orang yang ikut menyisir area tambak sempat diserang buaya dan mengalami luka di paha dan tangan.“Hari Sabtu malam Minggu dicari. Ada lagi teman yang ikut mencari yang hilang ini, diterkam buaya dua orang. Yang satu kena pahanya, yang satu tangannya. Sudah keluar dari puskesmas,” ujar Harman.Sehari setelah pencarian, keluarga menemukan potongan tubuh yang diduga milik Herman. Sisa jasad korban masih dicari dengan menguras tambak menggunakan beberapa mesin pompa air.“Makanya sekarang tambak dikuras. Untuk sementara tiga mesin dioperasikan. Pak desa upayakan lima, atau semakin banyak semakin bagus,” kata Harman.Keluarga berharap sisa jasad korban bisa ditemukan, meski hanya sebagian.“Harapan kami keluarga, mudah-mudahan ada jasadnya ditemukan di dalam tambak. Meskipun tulangnya atau kepalanya, yang penting ada untuk diserahkan ke anaknya,” imbuh Harman.Kepala Desa Pompengan Utara, Nuryadi Lakis, menyatakan informasi hilangnya Herman diterima pada Minggu sekitar pukul 02.30 Wita.Korban dikenal rutin beraktivitas di sekitar empang, menggembala sapi dan memasang pukat ikan setiap pagi.


(prf/ega)