Turun Gunung, Walkot Agung Pastikan Jalan di Pekanbaru Mulus

2026-01-31 19:36:50
Turun Gunung, Walkot Agung Pastikan Jalan di Pekanbaru Mulus
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho kembali turun mengecek perbaikan jalan. Agung ingin memastikan kualitas jalan yang baru diaspal itu mulus sesuai spek.Agung turun bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan sejumlah kepala dinas. Agung yang juga Ketua IMI Riau itu turun dengan sepeda motor untuk menjangkau semua titik.Ada beberapa ruas yang ditinjau langsung sejak kemarin. Sebut saja Jalan Pepaya, Jalan Kuras-Kulim, Jalan Melur hingga ke Jalan Malati yang sedang dalam proses pengerjaan.Ada pula Jalan Melati dan Darma Bakti. Khusus Jalan Darma Bakti saat ini proses perbaikan dilakukan secara fungsional di lokasi.Bukan tanpa alasan, Pemerintah Kota lewat Dinas PUPR manargetkan perbaikan total di ruas tersebut tahun depan. Sehingga untuk tahun ini perbaikan dilakukan agar jalan itu nyaman dilalui."Kita kemarin keliling sama Pak Wako dan teman-teman kepala dinas ingin pastikan kualitas bagus, rapi dan benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Agung di kantornya, Rabu (3/12/2025).Menurut Agung, perbaikan jalan tak hanya soal 'mulus' saja. Tetapi juga kenyamanan, keamanan, keselamatan dan semua faktor untuk kenyamanan pengendara."Kami tentu menyampaikan terimakasih kepada petugas di lapangan. Mereka ini bekerja maksimal agar Pekanbaru dapat semakin nyaman, tertata dan rapi," kata Agung.Sementara Kepala Dinas PUPR Pekanbaru Edward Riansyah mencatat ada 30-an ruas jalan diperbaiki. Seluruhnya ditarget tuntas pada 2025."Sekarang mulai perbaiki dan total sampai saat ini kita overlay sudah hampir semua paket. Ada sekitar 30-an ruas selesai tahun ini," kata pria yang akrab disapa Edu itu.Khusus Jalan Darma Bakti, Edu menyebut perbaikam dilakukan maksimal pada 2026 mendatang. Sebab, ruas jalan di Kecamatan Payung Sekaki itu butuh drainase agar aspal tak mudah rusak."Di Sigunggung (Payung Sekaki) sementara kita tutup biar nyaman dilalui dan akan kita target drainase tahun depan. Maksimalnya tahun depan kita kerjakan," kata Edu. Tonton juga video "Walkot Pekanbaru Raih detikcom Awards: Inovasi Kami Sejalan Jaga Bumi"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-31 18:57
#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-31 17:46