Pro Kontra Gelar Pahlawan Soeharto, Titiek: Diberi Gelar atau Tidak, Bapak adalah Pahlawan Kami

2026-02-05 00:50:40
Pro Kontra Gelar Pahlawan Soeharto, Titiek: Diberi Gelar atau Tidak, Bapak adalah Pahlawan Kami
MATARAM, - Siti Hediati Hariyadi atau dikenal Titiek Soeharto, angkat bicara soal pro kontra terkait gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto."Pro kontra boleh-boleh saja enggak apa-apa, saya rasa ini negara demokrasi ya mau pro kontra," kata Titiek Soeharto saat kunjungan ke NTB, Rabu .Menurut Titiek, meskipun ada pro kontra di masyarakat, namun mayoritas masyarakat Indonesia ingin memberikan penghargaan kepada Soeharto.Baca juga: Ribka Tjiptaning Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Pernyataan soal Soeharto"Tapi yang penting masyarakat banyak, rakyat banyak, mayoritas rakyat Indonesia menginginkan bahwa Presiden ke-2 Republik Indonesia mendapat penghargaan dihargai," kata Titiek.Titiek mengatakan, keberhasilan Soeharto di NTB salah satunya adalah merubah NTB dari daerah kering menjadi lumbung padi nasional. Yaitu, dengan dibangunnya bendungan dan saluran irigasi yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat NTB.Baca juga: Ketika Marsinah dan Soeharto di Bingkai yang Sama"Itu sudah jelas di NTB sendiri ya ada padi gogorancah dulu di mana NTB daerah kering bisa menjadi lumbung padi nasional, bendungan paling banyak dibangun di NTB, dari daerah kering jadi daerah subur jadi lumbung padi," kata Titiek.Dengan berbagai pembangunan selama era Presiden Soeharto, Titiek yakin masyarakat NTB menginginkan Soeharto diberi gelar pahlawan. "Saya rasa mayoritas masyarakat NTB menginginkan Pak Harto dapat gelar Pahlawan Nasional," tambah Titiek.Titiek Soeharto mengatakan, meski banyak pro kontra di masyarakat, namun tidak berpengaruh bagi keluarga Cendana."Buat kami diberi gelar atau tidak, Bapak adalah pahlawan buat kami," tutup Titiek.Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan penghargaan gelar Pahlawan Nasional kepada 10 tokoh di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat pada peringatan Hari Pahlawan, Senin . Dari 10 tokoh, ada dua nama Presiden RI yang diberikan gelar Pahlawan Nasional. Yakni, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dan Presiden ke-2 RI Soeharto. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-05 00:18