Masuk Pantai Papuma dan Watu Ulo di Jember Bakal Cuma Sekali Bayar Rp 12.5000

2026-01-30 22:24:50
Masuk Pantai Papuma dan Watu Ulo di Jember Bakal Cuma Sekali Bayar Rp 12.5000
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menjalin kerja sama dengan Perum Perhutani dan mitra pengelola wisata untuk mengintegrasikan pengelolaan dua destinasi pantai unggulan di Jember, Jawa Timur, yakni Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma) dan Pantai Watu Ulo.“Pencapaian itu merupakan hasil kerja keras berbagai pihak yang terus berkoordinasi intensif dengan pihak Perhutani dan Palawi Risorsis,” ujar Fawait dalam keterangannya di Jember, Sabtu.Selama ini, Pantai Watu Ulo dikelola langsung oleh Pemkab Jember, sementara Pantai Papuma dikelola oleh Perum Perhutani Jawa Timur bersama PT Palawi Risorsis.Baca juga: Itinerary Seharian Jelajah Wisata Jember, Nikmatnya Pecel hingga Sunset Pantai PapumaMeski berada dalam satu garis pantai secara geografis, sistem pengelolaan dan tiket masuk kedua destinasi tersebut masih terpisah.Melalui kerja sama tripartit ini, Pemkab Jember resmi mengintegrasikan sistem pintu masuk kawasan Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo.Kolaborasi tersebut menjadi sejarah baru bagi sektor pariwisata Jember setelah melalui proses komunikasi panjang yang berlangsung selama bertahun-tahun.Tak hanya berfokus pada kawasan pesisir, kerja sama tersebut juga menjadi fondasi awal pengembangan potensi wisata di kawasan Pegunungan Argopuro yang memiliki kekayaan alam dan daya tarik wisata berbasis hutan.Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah penerapan tarif tiket masuk tunggal yang lebih efisien dan ekonomis bagi wisatawan.Dengan kebijakan tersebut, pengunjung cukup membayar satu kali tiket untuk mengakses dua destinasi wisata sekaligus.Baca juga: Pantai Watu Ulo di Jember, Konon Ada Tubuh Ular Naga JahatHarga tiket masuk terpadu direncanakan sebesar Rp12.500 untuk Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada 1 atau 2 Januari 2026.“Bayangkan, Rp12.500 untuk dua destinasi wisata yang punya sejarah besar Nyi Blorong dan Nyi Roro Kidul. Artinya, per tempat wisata hanya sekitar Rp6.000, sehingga sangat murah dibandingkan daerah sekitar,” kata Fawait.Selain integrasi tiket masuk, Pemkab Jember juga berkomitmen meningkatkan kualitas fasilitas pendukung di kawasan wisata tersebut./ANGGARA WIKAN PRASETYA Pantai Watu Ulo Jember.Upaya yang akan dilakukan antara lain promosi besar-besaran, perbaikan dan penambahan lampu penerangan jalan umum menuju lokasi wisata, serta penataan tarif parkir agar tetap terjangkau dan tertib.Meski demikian, Fawait mengakui bahwa pada masa awal penerapan kebijakan tersebut masih mungkin terdapat sejumlah kekurangan. Namun ia memastikan seluruh rencana pengembangan pariwisata telah berada di jalur yang tepat.“Harapannya, masyarakat dapat mendukung kebijakan ini demi kemajuan sektor pariwisata unggulan di Kabupaten Jember,” ujarnya.Baca juga: Rute ke Pantai Watu Ulo Jember, 1 Jam dari Pusat KotaSementara itu, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur, Wawan Triwibowo, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif Pemkab Jember dalam pengembangan pariwisata berbasis hutan.“Kami bersinergi dengan Pemkab Jember untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pariwisata berbasis hutan. Harapannya, hutan tetap lestari dan masyarakat sekitar memperoleh manfaat ekonomi dengan kesejahteraan yang meningkat,” katanya.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-30 21:36