Hasil Panen Urban Farming di Kolong Tol Becakayu Kerap Hilang Dicuri

2026-01-11 22:18:20
Hasil Panen Urban Farming di Kolong Tol Becakayu Kerap Hilang Dicuri
JAKARTA, - Hasil panen urban farming di kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) kerap hilang diduga dicuri maling."Terakhir itu aku menanam sawi di ujung, itu satu bedengan hilang, itu sudah siap panen," ucap Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Heru Setiawan (46) saat ditemui, Kamis .Heru menuturkan, sawi yang hilang tersebut sebenarnya akan dijual pada acara pengajian kelurahan."Kebetulan pas waktu itu, pas ada pengajian di kelurahan, aku niatnya mau panen buat dijual di acara pengajian," tuturnya.Baca juga: Hasil Urban Farming Kolong Tol Becakayu Mulai Dijual, Raup Ratusan RibuSelain kehilangan hasil panen, Heru juga mengaku kerap kehilangan alat pertanian yang disimpan di kolong Tol Becakayu atau di area urban farming."iya alat-alat juga hilang, bukan di wilayah sini saja tapi di kelurahan lain juga ngerasain," ungkapnya.Sebelumnya, Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, memanfaatkan aliran air hujan dari kolong Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) untuk menyiram lahan urban farming yang dikelola di kawasan tersebut.Dari pantauan Kompas.com, area di bawah kolong Tol Becakayu dimanfaatkan sebagai lahan pertanian perkotaan dengan berbagai jenis tanaman.Jagung, terong, cabai, kangkung, bayam, hingga kacang koro tampak ditanam memanjang di bawah struktur jalan tol maupun di tepi Kalimalang.Baca juga: 1,1 Hektar Kolong Tol Becakayu Disulap Jadi Kebun SayurTanaman-tanaman itu tersusun rapi di bedengan tanah, dilengkapi jalur air yang mengalirkan air hujan dari atas tol langsung ke area pertanian.Air yang tertampung diarahkan melalui parit yang disiapkan petugas PPSU agar proses penyiraman lebih mudah dan efisien.Namun demikian, penyiraman tambahan tetap dilakukan menggunakan air dari aliran Kalimalang ketika diperlukan.


(prf/ega)