16.467 Guru dan Tenaga Kependidikan di Sumatera Dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya

2026-01-15 14:24:21
16.467 Guru dan Tenaga Kependidikan di Sumatera Dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
- Sebanyak 16.467 guru dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akan mendapatkan tunjangan khusus dari pemerintah.Tunjangan itu disalurkan secara bertahap mulai Desember 2025 sampai dengan Februari 2026 dengan total dana Rp 32 miliar."Sebagai bentuk kepedulian Kemendikdasmen, tunjangan khusus ini disalurkan untuk sedikit meringankan beban mereka," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa .Kemendikdasmen juga sudah memberikan data siapa saja guru dan tenaga kependidikan yang terdampak dari masing-masing jenjang dan bantuannya.Baca juga: Pendaftaran PPG bagi Guru Tertentu 2025 Dibuka Cuma sampai BesokBerikut data penerima tunjangan beserta anggaran yang dilakokasikan setiap jenjang pendidikan:1. Jenjang PAUD, ada 915 pendidik yang terdampak dan mendapatkan total bantuan sebesar Rp 1,8 miliar. 2. Jenjang pendidikan dasar jumlah pendidik yang terdampak bencana mencapai 10.274 dengan jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp 20,5 miliar.3. Jenjang pendidikan menengah jumlah pendidik yang terdampak sebanyak 5.258 dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp 10,5 miliar. Sedangkan jumlah tenaga pendidik terdampak sebanyak 20 orang rinciannya, tiga orang di Provinsi Aceh dan 17 orang lainnya di Provinsi Sumatra Barat mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp 2 juta.Demikian rincian guru dan tenaga kependidikan yang akan mendapatkan tunjangan khusus dari pemerintah.ANTARA/Suhendra BANJIR ACEH TAMIANG: Foto udara dampak kerusakan pascabanjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Selasa . Sebelumnya juga sudah diberitakan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan, sebanyak 16.500 guru terdampak bencana di Sumatera akan mendapatkan tunjangan khusus.Kemendikdasmen, kata Mu'ti, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 35 miliar untuk tunjangan khusus guru terdampak bencana.Baca juga: Beasiswa S2-S3 Fully Funded ke Taiwan Tanpa Batas Usia, Ada Tunjangan Rp 10 JutaHal tersebut disampaikan Mu'ti kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin ."Tunjangan khusus guru di daerah bencana, Rp 35 miliar untuk anggaran dari revisi. Yang kami sampaikan sebanyak 16.500 guru yang menerima bantuan, kemudian buat masing-masing menerima bantuan Rp 2 juta per guru, dan anggaran masih dalam proses revisi tahun 2025," ujar Mu'ti dalam sidang kabinet, Senin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 14:19