“Cuma Lihat di TikTok”: Murid SD di Laut Perbatasan Filipina Berharap Bisa Nikmati MBG

2026-02-02 19:07:58
“Cuma Lihat di TikTok”: Murid SD di Laut Perbatasan Filipina Berharap Bisa Nikmati MBG
BERAU, — Di bangunan sekolah sederhana SD Negeri 001 Teluk Alulu, Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), murid-murid duduk rapi menunggu jam pelajaran dimulai.Di pulau terluar yang berbatasan dengan perairan Filipina itu, pendidikan berlangsung dalam keheningan terbatas, namun tak pernah padam.Aulia Rahmadani (11) dan Faizal (10), dua murid kelas kecil di sekolah tersebut, memendam harapan yang sama: bisa merasakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka.Program yang ramai dibicarakan di media sosial itu, bagi Aulia, hanya bisa dilihat melalui video-video singkat.“Di TikTok banyak yang dikasih makan sama sekolah. Kami belum pernah dapat,” ucap Aulia pada Senin .Aulia bercerita, ia dan teman-temannya sebenarnya sudah lama berharap MBG bisa masuk ke Maratua.Harapan itu muncul karena mereka ingin merasakan makan bergizi gratis seperti murid-murid di daerah lain.“Kami dari dulu kepengin dapat MBG, tapi belum dapat-dapat. Kami itu senang sekali waktu dengar bakal ada MBG masuk. Akhirnya bisa ngerasain, pikir kami. Itu yang kami harapkan,” tuturnya.Baca juga: Hadir Dapur MBG untuk Korban Banjir SumateraDi rumah, Aulia tak selalu membawa bekal.Kadang ada nasi dan sedikit lauk, kadang hanya minum air putih.Meski begitu, ia tetap datang ke sekolah setiap pagi karena tak ingin ketinggalan pelajaran.“Kalau ada makan bergizi gratis, saya senang sekali. Biar kuat belajar dan tidak cepat capek,” ujarnya.Hal serupa dirasakan Faizal.Ia mengaku sering lapar saat jam pelajaran masih berlangsung.“Kalau lapar, susah fokus. Kalau ada makanan dari sekolah, pasti lebih semangat,” kata Faizal.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 19:27