JAKARTA, - Hakim Konstitusi Arsul Sani menjelaskan perjalanan panjang studinya hingga mencapai gelar doktor. Perjalanan studinya itu kini diadukan ke Bareskrim. Ijazah doktor Arsul disebut-sebut palsu. Arsul pun menjelaskan, sebelum meraih gelar doktor dari Collegium Humanum atau Warsawa Management University pada tahun 2022, ia lebih dahulu mengambil program doktor di Glasgow Caledonian University (GCU).“Saya memulai studi doktoral saya itu pada awal, mulai kuliahnya, tahun 2011. Saya mengikuti program doktoral yang dinamakan Professional Doctorate Programme di bidang Justice, Policy, and Welfare di Glasgow School for Business and Society Glasgow Caledonian University, Scotland, United Kingdom,” ujar Arsul dalam konferensi pers di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin .Baca juga: Hakim MK Arsul Sani Tak Akan Laporkan Penuduh Ijazah Palsu ke Bareskrim Selama 2011-2012, Arsul rutin bolak-balik Skotlandia dan Jakarta untuk mengikuti perkuliahan.Setelah kewajiban untuk mengikuti kelas selesai, Arsul mulai menyusun disertasinya.Berhubung penelitian disertasi ini tidak perlu dilakukan di kampus, Arsul pun lebih sering berada di Jakarta.Namun, pada tahun 2013 ke atas, Arsul juga sibuk di dunia politik tanah air.Saat itu, ia mendaftarkan diri sebagai calon legislatif dari PPP dan lolos ke Senayan pada tahun 2014.Pada Pemilu 2014, Arsul juga disibukkan dengan internal partai PPP.Saat itu, ia menjadi tim sukses untuk Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.Baca juga: Profil Arsul Sani, Hakim MK yang Diadukan soal Dugaan Ijazah Palsu“Jadi, sebelum pemilu beberapa bulan, empat atau enam bulan sebelumnya, Pak Rommy yang waktu itu posisinya sekjen DPP PPP itu telepon saya yang lagi suka bolak-balik ke Jakarta-Glasgow karena memulai untuk riset dan penulisan disertasi. Beliau minta agar saya juga bisa fokus juga ke pencalegan supaya PPP kursinya tidak hilang,” lanjut Arsul.Selama menjadi anggota DPR RI, Arsul banyak terlibat di beberapa pembahasan dan panitia khusus (pansus) penyusun rancangan undang-undang, misalnya, RKUHP dan RUU Terorisme.Selain itu, PPP sendiri bergejolak di tahun 2014.Saat itu PPP terbelah menjadi kubu Suryadarma Ali, Djan Faridz, dan Romahurmuziy alias Rommy.
(prf/ega)
Ijazah Doktor Dituduh Palsu, Arsul Sani Bongkar Perjalanan Studinya dari Skotlandia ke Polandia
2026-01-14 06:25:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-14 06:47
| 2026-01-14 05:56
| 2026-01-14 05:46
| 2026-01-14 04:48
| 2026-01-14 04:35










































