Serangan Drone Tewaskan 2 Warga Gaza, Hamas Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata

2026-02-03 20:05:02
Serangan Drone Tewaskan 2 Warga Gaza, Hamas Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata
GAZA, – Dua orang, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan pesawat nirawak (drone) Israel di wilayah timur Khan Younis, Gaza selatan, Senin .Kantor berita Al Jazeera melaporkan, serangan itu menjadi bagian dari rangkaian pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi sejak perjanjian penghentian sementara pertempuran diberlakukan pada Oktober lalu.Dalam pernyataannya di Telegram, kelompok Hamas mengutuk serangan tersebut dan menuding Israel melakukan pelanggaran setiap hari di wilayah yang masih terkepung itu.Baca juga: Hamas Bakal Serahkan Jenazah Perwira Israel yang Tewas dalam Perang Gaza 2014Hamas mencatat, sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, sedikitnya 271 orang tewas dan 622 lainnya luka-luka, dengan lebih dari 90 persen korban merupakan warga sipil.Militer Israel menyebut dua warga Palestina yang tewas pada Senin adalah “ancaman langsung” bagi pasukan mereka.Sementara itu, pasukan Israel dilaporkan terus menghancurkan rumah-rumah di dalam “garis kuning”, yakni batas penarikan sementara yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata Gaza.“Setiap bangunan atau rumah berlantai dua menjadi sasaran,” ujar Wali Kota Bani Suheila, Hamdan Radwan. Ia menyebut operasi pembongkaran di Khan Younis timur kian intensif.Koresponden Al Jazeera juga melaporkan bahwa pasukan Israel meledakkan blok-blok permukiman di Gaza tengah. Citra satelit memperlihatkan sebagian besar bangunan hancur menjadi puing-puing.Selain serangan, Israel juga disebut terus membatasi pengiriman bantuan ke Gaza, salah satu poin utama dalam kesepakatan gencatan senjata.Hamas menuduh Israel menolak masuknya 600 truk bantuan setiap hari, termasuk 50 truk bahan bakar, sebagaimana dijanjikan dalam perjanjian.Pada Minggu , hanya 270 truk yang berhasil melewati perbatasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) dan al-Karara (Kissufuim).Dari jumlah itu, 126 truk membawa bantuan kemanusiaan, 127 truk berisi barang komersial, 10 truk memuat bahan bakar, dan tujuh truk membawa gas untuk memasak.Baca juga: Turkiye Jajaki Dukungan Negara Muslim untuk Tentukan Masa Depan GazaMeski volume bantuan meningkat sejak gencatan senjata dimulai, warga Gaza tetap mengalami kekurangan makanan, obat-obatan, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya.Banyak yang kehilangan tempat tinggal akibat pemboman yang berlangsung hampir dua tahun.Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan Gaza membutuhkan 500 hingga 600 truk pasokan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan dasar warganya. Namun, pembatasan Israel membuat pengiriman itu tersendat.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-02-03 19:52