Keraton Surakarta Siapkan Bebadan Baru di Era Pakubuwono XIV, Lima Kerabat Sudah Kantongi Kekancingan

2026-01-14 06:04:31
Keraton Surakarta Siapkan Bebadan Baru di Era Pakubuwono XIV, Lima Kerabat Sudah Kantongi Kekancingan
- Keraton Solo memastikan akan membentuk bebadan baru setelah Sinuhun Pakubuwono XIV Hamengkunegoro naik tahta pada Sabtu .Informasi ini disampaikan oleh putri tertua almarhum Pakubuwono XIII, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani, yang kini ikut menyiapkan struktur anyar.Lima kerabat juga sudah menerima kekancingan sebagai penetapan resmi dari keraton untuk mulai menjalankan tugas.Langkah ini menjadi bagian dari penataan ulang kelembagaan setelah dinamika internal yang muncul pasca wafatnya Pakubuwono XIII.Baca juga: GKR Timoer Beri Penjelasan Soal Surat Wasiat PB XIII: Ini Sesuatu yang TabuGKR Timoer menjelaskan bahwa ada lima kerabat yang telah mendapatkan kekancingan setelah prosesi jumenengan berlangsung.Kekancingan merupakan surat keputusan resmi yang dikeluarkan oleh Keraton Solo untuk menetapkan peran atau kewenangan seseorang.Kelima penerimanya adalah:Baca juga: GKR Timoer: Struktur Kepengurusan Keraton Berganti Usai Pengukuhan KGPAA Hamangkunegoro Sebagai PB XIVGKR Timoer menegaskan bebadan lama peninggalan era Pakubuwono XIII tidak akan digunakan lagi karena setiap masa kepemimpinan memiliki susunan organisasi sendiri.“Tentu tidak (menggunakan bebadan lama). Karena setiap kepemimpinan baru bergantinya seorang raja, mereka akan melantik kelembagaan atau bebadan baru sesuai keputusan atau pandangan raja apakah beliau mampu memegang kepemimpinan di keraton,” jelasnya.Ia menyampaikan bahwa struktur organisasi baru masih dalam tahap perancangan.“Sedang kami rancang. Nanti akan kami umumkan,” ujarnya./Labib Zamani Putri tertua PB XIII sekaligus panitia acara Jumenengan Dalem PB XIV Hamengkunegoro, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani di Keraton Surakarta, Sabtu .Setelah Pakubuwono XIII wafat, Keraton Kasunanan Surakarta terbelah menjadi dua kubu.Sebagian kerabat menolak Purboyo sebagai penerus dan memilih menobatkan putra tertua PB XIII, KGPH Mangkubumi/Hangabehi, sebagai pewaris tahta.GKR Timoer menegaskan bahwa pihaknya sudah berusaha menjalin komunikasi dengan kerabat yang berbeda sikap, tetapi belum menemukan titik temu.“Kalau tidak mau kita ajak baik-baik, kita tinggalkan. Kalau kita menengok ke belakang terus, tidak akan maju-maju seperti masanya PB XIII,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-14 06:29