Cerita Tim SAR Dahsyatnya Banjir Aceh Utara: Ada Jenazah Terbawa Banjir 9 Km dari Permukiman

2026-02-05 05:42:20
Cerita Tim SAR Dahsyatnya Banjir Aceh Utara: Ada Jenazah Terbawa Banjir 9 Km dari Permukiman
ACEH UTARA, - Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Tanjungpinang, Batam, membantu pencarian korban banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.Sebanyak 54 orang tim berangkat dari Batam sejak 27 November 2025, sedangkan banjir terjadi sejak 26 November 2025.Baca juga: Di Depan Menko Zulhas, Bupati Aceh Utara Minta Perbaikan Sawah dan Ketersedian Pangan Pengungsi Korban BanjirKasi Operasi dan Siaga, Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto kepada Kompas.com menceritakan dahsyatnya banjir di kabupaten itu.“Kami temukan jenazah korban banjir itu jauh dari pemukiman, ada yang jaraknya sekitar 8 kilometer dari pemukiman. Artinya, korban terseret arus banjir sepanjang itu,’ terang Eryk.Dia menyebutkan, kendala timnya terlalu luas wilayah korban banjir dalam kabupaten itu.Oleh karena itu, mereka memaksimalkan pencarian dengan bantuan drone.“Area persawahan itu lumpur setinggi paha dan pinggang orang dewasa. Itu menyulitkan kita dalam pencarian. Kami maksimalkan drone untuk menemukan jenazah,’ terangnya.Baca juga: Dedi Mulyadi Siapkan Rp 1 Miliar untuk Pulangkan 300 Warga Jabar dari AcehSelama 3 pekan bekerja di Aceh Utara, timnya paling banyak menemukan jenazah di Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Tanah Jambo Aye.Hingga hari ini 163 korban banjir ditemuan meninggal dunia.“Saat ini masih ada 6 belum ditemukan. Namun kami menunggu intruksi berikutnya, apakah memperpanjang pencarian atau pencarian akan diteruskan Kantor SAR Aceh,” pungkasnya.Baca juga: 3 Pekan Pascabanjir, Warga Aceh Tamiang Masih Bergulat Krisis Air Bersih: MCK Sulit, Gimana Mau Masak?Seperti diketahui, berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu , jumlah korban jiwa dalam bencana Sumatera yaitu sebanyak 1.006 orang.Jumlah ini terdiri dari, jumlah korban di Aceh sebanyak 415 jiwa korban meninggal dunia, kemudian Sumatera Utara ada 349 orang, dan Sumatera Barat 242 orang.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-05 05:28