BANDUNG, - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan optimismenya terkait perbaikan pasar kerja di wilayahnya.Hal ini didorong oleh ekspansi puluhan industri baru yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026.Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya arus investasi sebagai kunci pemulihan ketenagakerjaan pasca-pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa ribuan pekerja.Baca juga: Kesal Pungli Marak di Kawasan Wisata Jabar, Dedi Mulyadi: Sudah Masuk Pidana"Bahwa 15.000 (terkena PHK) itu nanti ke depan itu akan terecovery dengan tumbuhnya lapangan kerja baru," ujar Dedi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin .Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara aktif mendampingi proses rencana investasi agar dapat terealisasi tanpa hambatan perizinan.Dedi menekankan bahwa persoalan ketenagakerjaan seringkali muncul akibat kurangnya proaktivitas pemerintah daerah dalam mengawal investasi."Kalau tidak rajin gubernurnya mengorkestrasi turun ke bawah, ngurusin pembebasan perizinan naik lagi ketemu menteri," jelasnya.Baca juga: Dedi Mulyadi Ingin Angkot Bandung Libur 2 Hari saat Tahun Baru, Sopir Dapat Uang Saku Rp 500.000Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) 2025 menunjukkan sebanyak 31 industri penanaman modal asing (PMA) dan 21 industri penanaman modal dalam negeri (PMDN) akan mendirikan pabrik serta memulai kegiatan usaha baru di Jawa Barat dengan nilai investasi masing-masing di atas Rp 100 miliar.Investor besar asing, khususnya di sektor kendaraan listrik dan industri pendukungnya, seperti BYD Auto Indonesia, Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATL), dan VinFast Automobile Indonesia, tercatat turut masuk.Selain otomotif, investasi juga mengalir ke sektor barang konsumsi dan farmasi.Perusahaan global seperti Unilever Indonesia, Shell Manufacturing Indonesia, dan Epic Medical Solutions, bersama sejumlah produsen bahan baku farmasi serta alat kesehatan, dilaporkan melakukan ekspansi.Sektor tekstil dan alas kaki juga tetap diminati, dengan partisipasi investor seperti Changshin Reksa Jaya, Victory Chingluh Indonesia, dan Sing Wealth Textiles.Foto: /Ruly VinFast resmikan pabrik di Subang, Jawa Barat.Untuk penanaman modal dalam negeri, 21 perusahaan PMDN akan beroperasi pada 2026, mencakup sektor makanan dan minuman, otomotif, bahan bangunan, kimia dan plastik, tekstil, serta industri pendukung konstruksi dan manufaktur.Investasi lokal terbesar datang dari Indofood CBP Sukses Makmur, Handal Indonesia Motor, National Assemblers, dan Polytama Propindo.Baca juga: Dedi Mulyadi Geram Lihat Parkir Liar Braga Rp 15.000: Proses Pidana Saja!Sektor bahan bangunan dan konstruksi mendapat suntikan investasi dari Wijaya Karya Industri & Konstruksi, Jaya Beton Indonesia, dan Pan Asia Jaya Abadi.
(prf/ega)
Dedi Mulyadi Sebut Puluhan Industri Masuk Jabar, Targetkan Pemulihan Lapangan Kerja
2026-01-12 04:38:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:32
| 2026-01-12 04:30
| 2026-01-12 04:20
| 2026-01-12 03:11
| 2026-01-12 02:47










































