PURWOREJO, – Pemerintah Desa Krandegan, bekerja sama dengan IPB University, resmi memasang alat pemantau cuaca otomatis (Automatic Weather Station/AWS) di lahan pertanian desa setempat pada Senin .Langkah ini diambil guna mendukung tata kelola desa yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian berbasis teknologi.Kepala Desa Krandegan, Dwinanto, menjelaskan bahwa pemasangan alat tersebut akan memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, terutama petani, dalam pengambilan keputusan terkait aktivitas pertanian dan mitigasi bencana.Baca juga: IPB Berduka, Anggit Bima Wicaksana Meninggal Kecelakaan Saat Ekspedisi Patriot“Dengan adanya alat pemantau cuaca ini, kita bisa tahu kapan waktu terbaik untuk tanam, kapan potensi hujan tinggi, dan bagaimana mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem,” ungkap Dwinanto.Alat AWS ini berfungsi untuk merekam data cuaca secara real-time, termasuk suhu udara, kelembapan, curah hujan, arah dan kecepatan angin, serta intensitas sinar matahari.Data yang dikumpulkan akan dikirim secara otomatis ke server dan dapat diakses melalui sistem digital yang terintegrasi dengan website desa.Kolaborasi ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat IPB University yang dipimpin oleh Idung Risdianto.Selain pemasangan alat, tim IPB juga memberikan pelatihan kepada perangkat desa dan kelompok tani mengenai cara membaca serta memanfaatkan data cuaca.Menurut Idung, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen IPB untuk menghadirkan inovasi sains yang berdampak langsung bagi masyarakat desa.“Desa adalah laboratorium hidup. Dengan data cuaca yang akurat, masyarakat bisa lebih siap menghadapi perubahan iklim dan memanfaatkan informasi tersebut untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” katanya.Baca juga: Bupati Purworejo Ingatkan SPPG: Jangan Asal Masak, Jaga Kualitas...Hasil pemantauan dari AWS Desa Krandegan dapat diakses oleh masyarakat melalui situs www.krandegan.id atau dashboard data di https://jtg.cwssibu.org/dashboard/aws-jtg25.Data diperbarui setiap 10 menit dan juga menampilkan prediksi cuaca hingga 10 hari ke depan.Keberadaan alat pemantau cuaca ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan data desa berbasis sains, yang dapat digunakan dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan sumber daya air, dan kebijakan ketahanan pangan.
(prf/ega)
Kolaborasi dengan IPB, Pemdes Krandegan Pakai Alat Pemantau Cuaca untuk Pertanian
2026-01-12 07:20:46
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:30
| 2026-01-12 06:41
| 2026-01-12 06:31
| 2026-01-12 06:18
| 2026-01-12 05:39










































