Bapak dan Anak Pemotor di Pamulang Luka Bakar Diduga Kena Siram Air Keras

2026-01-14 13:41:59
Bapak dan Anak Pemotor di Pamulang Luka Bakar Diduga Kena Siram Air Keras
Dua orang di Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), diduga terkena siraman air keras. Kedua korban saat itu sedang berboncengan motor."Benar terdapat dua orang mengalami luka bakar, diduga akibat terkena air keras," kata Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril, Kamis (20/11/2025).Peristiwa itu terjadi di Jalan Arya Putra, Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, pada Selasa (18/11) dini hari. Polisi masih menyelidiki kasus ini."Kedua korban adalah bapak dan anak, mereka boncengan motor," katanya.Polres Tangerang Selatan melalui Polsek Pamulang merespons cepat dengan menuju lokasi kejadian, melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, dan mengecek rekaman CCTV. Anggota juga memastikan korban mendapatkan perawatan medis di RSUD Tangerang Selatan.Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui identitas pelaku dan motif tindakan tersebut.Agil mengatakan peristiwa penyiraman air keras itu bukan karena tawuran."Bukan karena lagi tawuran. Jadi korban terkena siraman diduga air keras saat ada sekelompok remaja yang berkumpul," katanya.Polres Tangerang Selatan berkomitmen mengusut kasus secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku."Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan asumsi atau spekulasi, dan menyerahkan seluruh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian," tambahnya. Tonton juga video "Detik-detik Pria di Palembang Jadi Korban Penyiraman Air Keras"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-14 13:00