Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota

2026-02-04 08:53:52
Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bertemu langsung dengan mantan Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Pertemuan dengan pemimpin yang dikenal membawa Singapura memasuki fase stabilitas ekonomi ini, berlangsung pada Kamis malam.Dimana, selain Wako Agung, turut hadir beberapa kepala daerah yang saat ini mengikuti penguatan bersama Lemhanas dan Kemendagri.Dalam diskusi, Wako Agung mengatakan, Chok Tong sempat membagikan pengalamannya dalam membangun Singapura pada awal 1990-an. Kata dia ada beberapa aspek yang harus dikuatkan bila ingin memajukan sebuah kota."Yang pertama beliau menekankan bagaimana pentingnya investasi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan suatu daerah," ucap Wako Agung.Menurut dia, apa yang disampaikan Chok Tong juga tengah ia tingkatkan di Pekanbaru. Salah satunya melalui program Zero Putus Sekolah. Dimana Pemko Pekanbaru, menjamin seluruh anak dapat bersekolah dengan gratis."Memang yang pertama dibahas beliau adalah persoalan pendidikan. Saya sepakat, bahwa penguatan sistem belajar, terutama agar sekolah, merupakan fondasi, bukan beban anggaran," sebutnya."Kalau kita ingin memajukan sektor sumber daya manusia, maka pendidikan dan kesehatan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Begitu kata beliau," sambung Agung.Selain persoalan pendidikan, Chok Tong juga banyak membahas kesehatan. Dimana Singapura saat ini menjadi salah satu rujukan pengobatan dunia."Selain itu kami juga membahas pemberdayaan anak muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Nah ini pula yang sedang kami fokuskan di Pekanbaru," paparnya.Agung melanjutkan, pertemuan di Singapura malam itu menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran bagi para kepala daerah, yang menggambarkan fokus pada penguatan pendidikan, kesehatan, dan kompetensi generasi muda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 08:28