CVT Motor Matic Rentan Terkena Air Banjir

2026-01-11 03:38:53
CVT Motor Matic Rentan Terkena Air Banjir
JAKARTA, - Motor matik kerap menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, termasuk saat kondisi jalan tergenang banjir.Namun, banyak pengguna belum menyadari bahwa ada satu bagian yang sangat rentan ketika motor dipaksa menerobos air, yakni sistem CVT.Posisi crankcase CVT yang berada di bagian bawah motor membuatnya menjadi komponen pertama yang berpotensi kemasukan air saat melewati genangan.Baca juga: Pengamat Kebijakan Publik: Wacana Mobil Nasional Tidak Masuk Akal Menurut Victor Assani, 2W Service Head and OBM Service Head at PT Suzuki Indomobil dan Ketua Bidang Road Safety dan Motorsport dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pengendara motor matik perlu memahami letak dan fungsi CVT sebelum mengambil keputusan menerobos banjir.“Crankcase CVT itu posisinya paling rendah dan sifatnya tertutup. Kalau sampai kemasukan air, dampaknya bisa langsung terasa ke performa motor,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu .Victor menjelaskan, di dalam CVT terdapat sejumlah komponen yang tidak dirancang untuk bekerja dalam kondisi basah.Wahana Honda Ilustrasi servis CVT motor matik.V-belt, roller, hingga kampas kopling memerlukan kondisi kering agar dapat menyalurkan tenaga mesin secara optimal ke roda.Ketika air masuk ke dalam crankcase CVT, risiko yang paling umum terjadi adalah selip pada V-belt.Akibatnya, akselerasi motor terasa berat, tarikan melemah, dan dalam jangka panjang dapat mempercepat keausan komponen CVT lainnya.Selain CVT, pengendara juga harus mewaspadai posisi filter udara.Baca juga: Anti-Fog Helm Jadi Kunci Visibilitas Aman Pengendara Motor Saat HujanAir yang masuk melalui filter udara dapat tersedot ke ruang bakar dan berpotensi menyebabkan water hammer, yakni kondisi ketika air menghambat pergerakan piston yang bisa berujung kerusakan mesin serius.Victor menekankan pentingnya mengendalikan diri saat menghadapi genangan di jalan.Jangan mudah tertantang untuk menerobos air yang terlihat dangkal, karena kedalaman genangan sering kali sulit diperkirakan dari permukaan.“Kalau ragu, lebih baik berhenti dan mencari jalur alternatif. Risiko kerusakan CVT dan mesin jauh lebih besar dibandingkan keuntungan memaksa motor melewati banjir,” kata Victor.Dengan memahami posisi komponen vital seperti CVT dan filter udara, pengendara diharapkan bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan saat kondisi jalan tergenang, sekaligus menghindari biaya perbaikan yang tidak sedikit akibat kerusakan komponen.


(prf/ega)