Hidup di Pengungsian, Warga Desa Meuse Bireuen Bertahan dengan Mi Instan dan MBG

2026-01-12 11:42:52
Hidup di Pengungsian, Warga Desa Meuse Bireuen Bertahan dengan Mi Instan dan MBG
- Sudah 20 hari berlalu sejak banjir bandang menerjang sejumlah daerah di Sumatera, namun kondisi belum sepenuhnya pulih.Warga masih belum bisa tidur nyenyak di rumah masing-masing. Sebagian besar tetap bertahan di titik-titik pengungsian.Sejumlah rumah masih terendam air dan tertutup lumpur tebal yang mulai mengeras.Untuk membersihkannya, warga membutuhkan tenaga ekstra serta waktu yang tidak singkat agar hunian kembali layak ditempati.Gambaran kehidupan di pengungsian mencerminkan beratnya dampak banjir yang masih dirasakan warga.Seperti di Desa Meuse, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, ribuan warga hingga kini masih hidup di pengungsian karena rumah mereka terkoyak air bah.Baca juga: Cerita Relawan yang Redakan Lapar di Bireuen dan Pidie: Dua Plastik Jambu Air Itu Langsung HabisZahrul Fuadi, sekretaris desa yang akrab disapa Fuad, menceritakan bahwa hingga kini ribuan warga desanya masih bertahan di titik-titik pengungsian yang ada di mushala dan toko-toko."Warga Desa Meuse berjumlah total 1.024 orang. Dan hampir sebagian besar masih tidur di pengungsian, hanya beberapa orang saja yang sudah berhasil membersihkan rumahnya dan kembali ke rumah," paparnya kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa pagi.Fuad sempat menceritakan bagaimana banjir menerjang desanya pada akhir November lalu.Waktu itu, tanggal 26 November pagi, air mulai naik. Perlahan, namun mengalir semakin deras dan semakin tinggi."Dari hanya beberapa sentimeter, menjadi 2 hingga 3 meter. Untungnya, air datang tak langsung tinggi, jadi warga sempat mengungsi ke tempat lebih aman," paparnya.Meski begitu, ada beberapa warga yang ditemukan tersangkut di pohon-pohon. Selama hampir 24 jam, baru mereka bisa dievakuasi ke titik pengungsian."Ada yang tersangkut pohon kelapa, ada juga yang berpegangan di pohon rambutan. Tapi alhamdulillah semua warga desa kami selamat, tidak ada korban jiwa," paparnya penuh syukur.Baca juga: Kisah Dokter Yose, Ubah Warung Kopi di Aceh Tamiang Jadi Klinik DaruratIstimewa/Dok warga Kondisi dapur umum Desa Meuse yang sederhana.Semenjak banjir menerjang dan merendam hunian, sebagian besar warga desa bertahan di pengungsian hingga hari ini."Pakaian seadanya. Ada yang pakaiannya sudah tidak bisa diselamatkan, ada yang masih bisa dicuci dan dibersihkan dari lumpur. Untungnya banyak relawan yang datang dan memberikan bantuan berupa pakaian," ujarnya.


(prf/ega)