3 Korban Awan Panas Semeru Masih Dirawat di RS, Begini Kondisinya

2026-01-12 18:41:47
3 Korban Awan Panas Semeru Masih Dirawat di RS, Begini Kondisinya
Tiga pasien korban awan panas guguran (APG) erupsi Gunung Semeru masih dirawat di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Dokter melaporkan ketiga korban menunjukkan perkembangan kondisi yang lebih baik dibanding hari sebelumnya.Plt. Wakil Direktur Pelayanan RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Yanna Susanti, menjelaskan seluruh pasien dalam kondisi stabil, tapi tetap memerlukan monitoring berkelanjutan."Tiga pasien korban APG Gunung Semeru kondisinya stabil dan saat ini masih dalam pemantauan ketat tim dokter," kata dr Yanna dilansir detikJatim, Jumat (21/11/2025).Dua dari tiga pasien ini adalah pasangan suami istri asal Kediri bernama Normawati (42) dan Hariyono (49). Keduanya mengalami luka bakar grade 2 seluas 11 persen pada area wajah dan tangan. Keduanya juga mengalami trauma inhalasi, yakni cedera pada saluran pernapasan akibat terpapar udara panas dan debu vulkanik saat awan panas meluncur.Kondisi Hariyono dinyatakan membaik dan diperkirakan dapat dipindahkan hari ini atau besok. Namun berbeda dengan kondisi Normawati."Pasien perempuan masih dipasang alat bantu dengan ventilator untuk mempertahankan fungsi pernapasannya. Jika membaik, maka nanti alatnya bisa dilepas," ucap dr Yanna.Satu korban lainnya, Dimas (50), mengalami luka bakar grade 1 dengan luas sekitar 16 persen pada tungkai bawah kiri dan kanan. Setelah kondisinya dinyatakan stabil, Dimas kini telah dipindahkan ke ruang perawatan rawat inap biasa, dan jika terus membaik boleh dilakukan rawat jalan.Simak selengkapnya di sini.Lihat juga Video: Pemotor Alami Luka Bakar gegara Terkena Awan Panas Erupsi Semeru[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-12 18:39