Kakorlantas Pantau Kondisi Lalin Jakarta, Cek Penegakan Hukum Lewat E-TLE

2026-02-04 09:25:33
Kakorlantas Pantau Kondisi Lalin Jakarta, Cek Penegakan Hukum Lewat E-TLE
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memantau kondisi lalu lintas di Jakarta. Agus juga mengecek pelanggaran lalu lintas yang tertangkap kamera e-TLE.Pantauan detikcom, Senin (8/12/2025), Agus memantau kondisi lalu lintas lewat layar yang terdapat di ruangan RTMC Ditlantas Polda Metro Jaya. Kasat Lantas Polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga Kadishub Jakarta Syafrin Liputo tampak hadir di lokasi. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin memaparkan kondisi lalu lintas Jakarta secara real time yang terekam kamera e-TLE. Komarudin menjelaskan ada sejumlah ruas jalan yang mengalami kepadatan, termasuk kawasan Monas karena adanya aksi unjuk rasa."Kemudian dari sini kita memantau ini personel kami back office dari e-TLE setiap harinya memantau tangkapan atau kamera e-TLE dari para pelanggar di jalan raya," kata Komarudin.Komarudin memaparkan penindakan terhadap para pelanggar melalui kamera e-TLE. Dia mengatakan penindakan lewat e-TLE dilakukan sesuai dengan arahan Kakorlantas Irjen Agus."Anggota tidak perlu lagi berinteraksi dengan masyarakat untuk meminimalisir transaksional. Anggota fokus memberikan teguran simpatik kepada masyarakat," ujarnya.Irjen Agus memberikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang memaksimalkan penegakan hukum melalui e-TLE. Agus mengatakan kemacetan di Jakarta masih menjadi persoalan karena volume kendaraan yang tinggi.Irjen Agus menyebutkan ada 127 kamera e-TLE yang tersebar di wilayah Jakarta. Dia menegaskan jumlah kamera akan ditambah."Polda Metro Jaya sangat luar biasa tidak ada komplain satu dua bulan ini berkaitan dengan penegakan hukum menggunakan e-TLE," kata Irjen Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 08:36