Lubang Jalan Onggorawe Demak Jadi "Jebakan", Warga: Kecelakaan Hampir Setiap Hari

2026-01-16 00:11:29
Lubang Jalan Onggorawe Demak Jadi
DEMAK, - Jalan Onggorawe di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, dikeluhkan pengendara karena kondisinya bergelombang dan berlubang.Jalan tersebut menjadi alternatif utama Demak-Semarang saat Pantura Sayung terendam banjir.Pantauan Kompas.com, Jumat , jalan berlubang tersebar di sejumlah titik, di antaranya Desa Pilangsari, Kecamatan Sayung.Lubang jalan mencapai 1,5 meter dengan kedalaman 20 sentimeter hingga besi tulang cor beton terlihat.Situasi ini diperparah dengan intensitas hujan dan sering dilalui truk bermuatan material.Baca juga: Jembatan Guntur Demak dalam Perbaikan, Berikut Rute AlternatifnyaWarga Pilangsari, Ismail (36), mengatakan, kondisi jalan Onggorawe cukup memprihatinkan, utamanya malam hari dan jam pulang serta berangkat kerja yang padat."Parah, apalagi saat seperti ini hujan, banyak lubang yang menjebak pengendara motor. Terutama waktu pagi dan malam, selain padat juga gelap," kata Ismail, ditemui di Demak, Jumat .Dia yang setiap hari pulang pergi bekerja melintas di jalan tersebut mengungkapkan pengalaman yang tidak menyenangkan dan nyaris terjatuh akibat jalan berlubang."Kecelakaan hampir tiap hari, itu kan banyak juga lumpur-lumpur yang dibawa oleh truk itu, terus jalannya sendiri kan mengelupas sampai besi-besinya muncul. Saya pernah sampai palek saya itu pecah," ungkapnya.Baca juga: 36 Ular Ditemukan dalam 10 Bulan di Demak, Bagaimana Penanganan Ular Usai Dievakuasi Damkar?Ismail menambahkan, salah satu saudaranya sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan akibat kecelakaan di jalan berlubang di Onggorawe."Kemarin pulang dari kerja, itu kecelakaan di Onggorawe sampai masuk rumah sakit seminggu lebih, karena mengalami luka bagian kaki, wajah, terus tangan," imbuhnya.Dia berharap, pihak berwenang segera bertindak untuk melakukan penanganan darurat guna menekan risiko kecelakaan di Jalan Onggorawe."Harapannya tolong sementara ini dilakukan dulu langkah darurat, mungkin penambalan atau apa agar meminimalkan kecelakaan," harapnya.Saifudin (17), salah satu pengendara, juga mengeluhkan kondisi jalan berlubang di Onggorawe yang cukup membahayakan."Sudah parah ya, kalau tidak biasa lewat bisa jatuh dalam-dalam di sana," ujar Saifudin.Dia mengaku sempat terperosok meskipun hampir tiap hari melintas di Jalan Onggorawe untuk bekerja.Baca juga: Demak Marak Ular Liar, Damkar Evakuasi Puluhan Ekor Masuk Rumah Warga"Kemarin (terperosok), untung tidak jatuh. Namanya orang kadang buru-buru, apalagi pas jalan di belakang truk itu tidak kelihatan," ungkapnya.Dia berharap, pemerintah segera tanggap untuk memperbaiki Jalan Onggorawe supaya bisa dilintasi dengan nyaman."Harapannya ya semua orang sama, diperbaiki seperti ini terus bahaya, kasihan yang bawa motor seperti kita," tutup Saifudin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-01-15 22:27