Elpiji di Aceh Utara Masih Langka 26 Hari Pascabanjir, Harga Melonjak Tajam

2026-01-11 03:27:52
Elpiji di Aceh Utara Masih Langka 26 Hari Pascabanjir, Harga Melonjak Tajam
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil meminta PT Pertamina Patra Niaga memastikan suplai tabung gas elpiji 3 kilogram ke seluruh kecamatan di wilayahnya.Pasalnya, hingga hari ke-26 pascabanjir, masih banyak kecamatan yang belum terdistribusi elpiji.“Saya keliling semua desa, siang malam. Misalnya, di Matang Jeulikat, Seunuddon, itu berminggu-minggu tidak ada tabung gas. Pertamina tidak masuk, sudah dikumpulkan warga 1.000 tabung (kosong), itu persoalan serius,” kata pria yang akrab disapa Ayahwa saat rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin .Baca juga: Upaya Pertamina Pastikan Stok BBM dan Elpiji di Aceh Terjaga PascabencanaRapat tersebut turut dihadiri Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Brigjen Herman Hidayat sebagai penanggung jawab penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara.Ismail juga meminta Pertamina Patra Niaga menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga elpiji di tingkat masyarakat.Berdasarkan laporan warga, harga elpiji 3 kilogram melonjak tajam.Informasi yang diterimanya, harga elpiji 3 kilogram di pasaran berkisar antara Rp 32.000 hingga Rp 50.000 per tabung, padahal harga eceran tertinggi (HET) ditetapkan Rp 18.000 per tabung.“Dinas Perdagangan tolong itu diajak Pertamina, agar suplai gas elpiji terjamin untuk seluruh wilayah Aceh Utara,” terangnya.Baca juga: Bupati Aceh Utara: Saya Keliling Seluruh Lokasi Banjir, Memang Parah, Bukan Dibesar-besarkan...Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025. Aceh Utara menjadi salah satu daerah dengan dampak terparah.Bencana tersebut menyebabkan ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, serta melumpuhkan berbagai fasilitas umum di sejumlah wilayah.


(prf/ega)