NEW YORK, - Pasar saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin . Tekanan terjadi seiring aksi jual pada saham-saham teknologi menjelang akhir tahun, setelah indeks S&P 500 mencetak rekor baru pada pekan lalu.Mengutip CNBC, Selasa , S&P 500 turun 0,35 persen dan ditutup di level 6.905,74. Nasdaq Composite terkoreksi 0,50 persen ke posisi 23.474,35, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 249,04 poin atau 0,51 persen ke level 48.461,93.Tekanan pasar terutama datang dari saham-saham berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Saham Nvidia turun lebih dari 1 persen, setelah sebelumnya melonjak lebih dari 5 persen sepanjang pekan lalu. Saham Palantir Technologies, Meta Platforms, serta Oracle juga bergerak di zona merah.“Dengan kalender data ekonomi yang relatif sepi pekan ini, momentum internal pasar kemungkinan akan menjadi cerita utama,” ujar Chris Larkin, Head of Trading and Investing di E-Trade dari Morgan Stanley.“Jika saham ingin menutup tahun dengan kenaikan dua digit lagi, sektor teknologi kemungkinan besar harus kembali menjadi penopang utama,” imbuhnya.Baca juga: Wall Street Melemah Tipis, Kinerja Mingguan Tetap PositifPelemahan pasar terjadi setelah pada perdagangan Jumat lalu S&P 500 sempat menyentuh level tertinggi intraday di 6.945,77 sebelum akhirnya ditutup nyaris stagnan.Secara keseluruhan, 2025 tetap menjadi tahun yang cemerlang bagi Wall Street. S&P 500 telah menguat lebih dari 17 persen sepanjang tahun ini. Dow Jones mencatat kenaikan sekitar 14 persen dan berada di jalur kinerja tahunan terbaik sejak 2021.Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan lonjakan lebih dari 21 persen secara year to date (Ytd).Saat ini, Wall Street juga memasuki periode Santa Claus rally, yang secara historis dikenal sebagai fase penguatan pasar saham. Berdasarkan data Stock Trader’s Almanac, sejak 1950 S&P 500 rata-rata naik lebih dari 1 persen pada periode lima hari perdagangan terakhir di akhir tahun hingga dua hari pertama tahun berikutnya.Meski kalender data ekonomi relatif lengang pekan ini, investor masih akan mencermati satu agenda penting, yakni risalah (minutes) rapat kebijakan Federal Reserve bulan Desember yang dijadwalkan rilis pada Selasa pukul 14.00 waktu setempat.Baca juga: Reli Akhir Tahun Dimulai, Wall Street Pecahkan Rekor Jelang NatalRisalah tersebut dinanti sebagai petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan bank sentral AS menjelang 2026.Di luar pasar saham, harga perak terkoreksi tajam lebih dari 6 persen setelah sempat menyentuh level 80 dollar AS per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.Koreksi ini terjadi setelah perak mencatat reli besar sepanjang 2025, dengan kenaikan hampir 150 persen dan menjadi salah satu instrumen paling “panas” tahun ini. Sejalan dengan itu, iShares Silver Trust (SLV) tercatat turun sekitar 7 persen.
(prf/ega)
Wall Street Ditutup Melemah, Saham Teknologi Dilepas Investor Jelang Akhir Tahun
2026-01-12 04:19:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:28
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 02:57
| 2026-01-12 02:56










































