Perubahan APBD 2026, Pemprov DKI Cari Solusi Lewat Creative Financing

2026-02-02 03:34:42
Perubahan APBD 2026, Pemprov DKI Cari Solusi Lewat Creative Financing
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2026 turun dari Rp95 triliun menjadi Rp79 triliun. Hal ini mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan strategi fiskal baru untuk mendukung pembangunan. Di antaranya melalui creative financing, pembentukan Jakarta Collaboration Fund (JCF), rencana penerbitan obligasi daerah, serta optimalisasi likuiditas Rp200 triliun melalui Bank Himbara guna mendukung pembiayaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI telah sepakat menyinkronkan kebijakan fiskal setelah adanya pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Kesepakatan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, usai pertemuan di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10), lalu.Pada pertemuan tersebut, Pramono juga membahas rencana pembangunan gedung Bank Jakarta di kawasan SCBD, yang dibangun melalui pemanfaatan lahan milik Kemenkeu. Ia berharap, gedung tersebut menjadi simbol kemitraan strategis pusat-daerah dan mampu mendorong sektor jasa keuangan Jakarta sebagai regional financial hub di Asia Tenggara."Kami juga mohon persetujuan Kementerian Keuangan untuk pembangunan gedung Bank Jakarta di SCBD," imbuh Pramono.Gubernur Pramono memastikan penyesuaian anggaran tidak akan berdampak pada gaji aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP). Namun, penyesuaian akan mempengaruhi peluang rekrutmen baru PJLP pada 2026."Seperti kemarin Damkar, kita buka 1.000 (formasi), Pasukan Oranye 1.100, Pasukan Putih 500. Karena ada pengurangan ini, untuk tahun depan peluang rekrutmen juga akan berkurang. Tetapi, untuk tahun 2025, jumlahnya tidak mengalami perubahan," jelasnya, dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, pada Kamis (20/11).Sementara itu, Menkeu Purbaya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov DKI terhadap penyesuaian DBH yang dilakukan pemerintah pusat. Ia menyebut peluang pengembalian alokasi dana tetap terbuka apabila pendapatan negara meningkat."Saya akan mengevaluasi menjelang pertengahan triwulan kedua 2026. Kalau pendapatan negara meningkat, maka saya akan kembalikan lagi ke daerah," kata Purbaya.Ia juga mengapresiasi rencana pembangunan gedung Bank Jakarta yang dinilainya berpotensi memberikan stimulus ekonomi bagi Jakarta dan nasional."Saya senang, karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa pemerintah pusat mengeluarkan dana. Pembangunan gedung Bank Jakarta akan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan aktivitas perekonomian," ujarnya.Terkait pemanfaatan dana melalui Bank Himbara, Purbaya menekankan mekanisme dapat dilakukan melalui skema business to business yang menguntungkan kedua belah pihak."Dengan begitu, Bank Jakarta dapat berperan lebih besar dalam menyalurkan kredit kepada UMKM dan industri di Jakarta," tutupnya.DPRD DKI Dukung Skema Creative FinancingAnggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, mendukung langkah inovatif Pemprov DKI melalui pembentukan Jakarta Collaboration Fund (JCF) sebagai solusi pembiayaan kreatif di tengah menurunnya DBH."Inisiatif seperti JCF patut diapresiasi sebagai langkah progresif," ujar Rio.Meski mendukung, Rio menegaskan skema tersebut harus berjalan dengan pengawasan ketat dari DPRD, mulai dari tahap perencanaan, implementasi, hingga evaluasi."Kami akan memastikan skema ini berjalan secara transparan dan akuntabel," katanya.Rio juga meminta agar penggunaan dana JCF tetap memprioritaskan kebutuhan mendesak di Jakarta, seperti penanganan banjir, pengembangan transportasi umum, penyediaan rumah susun, serta peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan."Kepentingan warga Jakarta harus menjadi prioritas utama dalam skema pembiayaan kreatif seperti JCF," tegasnya.Hingga saat ini, persetujuan Kemenkeu dan Kemendagri terkait JCF masih dalam proses. Rio mendorong Pemprov DKI untuk mengintensifkan koordinasi serta memastikan dasar hukum skema tersebut kuat.Ia juga mengusulkan pembentukan badan pengawas independen yang melibatkan DPRD, lembaga audit, dan pakar keuangan untuk memastikan akuntabilitas, termasuk membuka pelaporan kinerja kepada publik dan audit eksternal berkala."Misalnya, untuk menjamin stabilitas pasokan pangan atau mendukung pengembangan kawasan metropolitan, tanpa mengganggu prioritas pembangunan Ibu Kota," tandasnya.Simak juga Video: Pramono Bicara Soal Anggaran Giant Sea Wall Sepanjang 19 Km[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

33. Bagaimana pola pengembangan paragraf ke-1, ke-2, dan ke-3 pada teks tersebutTentukan Benar (T) atau Salah (S) untuk setiap pernyataan berikut!34. Percakapan:Dini: Teks tersebut sangat menarik dan bisa menambah wawasan kita, terutama jika kita berencana untuk mengembangkan suatu bisnis kecil.Rio: Iya, pilihan katanya juga sangat mudah dimengerti sehingga orang yang awam terhadap istilah di bidang ekonomi juga mudah memahami isi informasi yang disajikan.Sena: Aku sependapat dengan kalian berdua, tetapi rasanya teks tersebut akan lebih baik jika disertai data pertumbuhan UKM dalam kurun waktu lima tahun terakhir atau pendapat ahli di bidang ekonomi.Berdasarkan percakapan tersebut, mengapa pendapat Sena sangat baik dalam menilai keakuratan informasi yang disajikan?Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap alasan berdasarkan isi teks!Baca juga: 30 Soal PTS PAI Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka dan Kunci Jawaban STS Pendidikan Agama IslamTeks untuk soal nomor 35-37!Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus hoyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau. Tak satupun barang tertinggal di rumah lama. Begitu juga dengan sahabatku, loami harus berpisahBertemu dengannya setelah sekian lama, mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat di ingatan saya. Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang dildapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya. Tak terasa mata saya mulai berkaca-kacaSaat malam itu saya berada di sini, memperhatikannya belajar. Selesai belajar, dia menyuruh saya pulang karena hendak pergi mencari jangkrik. Saya langsung menyatakan ingin ikut, tapi dia keberatan. Ayah dan ibunya pun melarang. Saya sering mendengar cerita mengasyikan anak-anak beramai-ramai berangkat ke sawah selepas iaya untuk mencari jangkrik. Sayang, Ayah tidak pernah membolehkan saya. Tapi malam itu saya nekat dan sahabat saya itu akhirnya tidak kuasa menolak. Tidak ganti baju? tanya saya heran begitu dia langsung memimpin untuk berangkat. Itu hari Jumat, Seragam coklat Pramuka yang dikenakannya sejak pagi masih akan terpakai untuk bersekolah sehari lagi. Dia memang tidak memiliki banyak pakaian hingga seragam sekolah biasa dipakai kapan saja. Tapi memakainya untuk pergi ke sawah mencari jangkrik, rasапуа sangat tidak elokSaya mengambil alih obor dari tangannya. Rasanya belum terlalu lama kami berada di sana dan bumbung baru terisi beberapa ekor jangkrik ketika tiba-tiba angin berubah perangai. Kaget, pantat obor itu justru saya angkat tinggi-tinggi sehingga minyak mendorong sumbunya terlepas. Api dengan cepat berpindah membakar punggung saya! Terdengar teriakannya sembari melepaskan seragam coldatnya untuk dipakai menyabet punggung saya. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat untuk tetap bersama saya. (Kutipan Cerpen Seragam karya Aris Kurniawan Basuki dengan penyestialan)35. Kalimat:“Hampir 25 tahun lalu kami berpisah karena keluarga saya harus boyongan ke kota tempat kerja Ayah yang baru di luar pulau.”Penggunaan kata boyongan memperjelas peristiwa yang dialami tokoh “saya”, yaitu …Baca juga: 50 Soal UKPPPG 2025 Guru SD dan Kunci Jawaban Uji Kompetensi PPG sebagai Bahan Latihan36. Peristiwa apa yang mungkin akan terjadi kepada sahabatnya jika tokoh saya tidak ikut mencari jangkrik malam itu? Tentukan Tepat atau Tidak Tepat untuk setiap pertanyaan berikut!37. Kalimat mana saja dari dalam kutipan cerpen tersebut yang membuktikan karakter sahabat tokoh saya merupakan seorang yang setia kawan?Pilihlah jawaban yang benar!  Jawaban benar lebih dari satu. 

| 2026-02-02 02:45