Prakiraan Cuaca BMKG 1 Desember 2025: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan

2026-01-12 05:41:10
Prakiraan Cuaca BMKG 1 Desember 2025: Mayoritas Kota Besar Diguyur Hujan
JAKARTA, - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kota-kota besar di Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Senin ini.Dilansir ANTARA, Senin , kota-kota besar yang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang ada di berbagai pulau.Baca juga: Prakiraan BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat pada 1-2 Desember 2025Hujan ringan dan sedang diprakirakan BMKG akan mengguyur Medan, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pangkal Pinang, dan Bandar Lampung.“Aceh dan Padang diprakirakan udara kabur. Pekanbaru diprakirakan hujan lebat disertai kilat,” ujar Prakirawan BMKG Afif Shalahuddin dalam siaran yang diikuti dari Jakarta.Baca juga: Banjir-Longsor Sumatera: Korban Bertambah, Penanganan BerlanjutHujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di Serang, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya.Sementara Bandung berpotensi diguyur hujan lebat disertai kilat.Baca juga: Korban Tewas Banjir Sumatera: 217 di Sumut, 96 di Aceh, 129 di SumbarBegitu pula dengan Bali, Lombok, dan Kupang yang diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan.Di Pulau Kalimantan, Kota Pontianak dan Banjarmasin berpotensi diguyur hujan deras yang dapat disertai petir.Adapun Samarinda, Tanjung Selor, dan Palangkaraya berpotensi diguyur hujan ringan.Sementara di Pulau Sulawesi, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di seluruh kota besar yakni di Makassar, Mamuju, Palu, Gorontalo, dan Kendari.Manado diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat.Berpindah ke wilayah paling timur, kota-kota seperti Ternate, Ambon, Sorong, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke diprakirakan diguyur hujan ringan hingga sedang.Adapun Manokwari diprakirakan diguyur hujan lebat disertai kilat.Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.Berdasarkan analisis tiga bulan terakhir, curah hujan terus mengalami kenaikan signifikan, dengan sebagian besar wilayah berada pada kategori menengah hingga tinggi.Baca juga: Apa Penyebab Bencana Sumatera? Ini Kata BMKG dan Ahli ITBFaisal menjelaskan fenomena La Nina lemah saat ini tengah berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026. Namun, dampaknya terhadap peningkatan curah hujan dinilai tidak terlalu signifikan saat puncak musim hujan nanti.“La Nina lemah akan bertahan hingga awal tahun 2026, namun pada puncak musim hujan dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak terlalu signifikan. Meski begitu, curah hujan tinggi pada periode tersebut tetap perlu diwaspadai,” ujarnyaBMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap aktivitas harian, khususnya di wilayah dengan curah hujan tinggi.


(prf/ega)