UMP Kalsel 2026 Naik 6,54 Persen, Jadi Rp 3.725.000

2026-01-12 18:46:27
UMP Kalsel 2026 Naik 6,54 Persen, Jadi Rp 3.725.000
BANJARBARU, – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin resmi mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kalsel 2026 pada Rabu malam.UMP Kalsel 2026 ditetapkan sebesar Rp 3.725.000 atau naik 6,54 persen dibandingkan UMP 2025 yang sebesar Rp 3.496.195.Muhidin mengatakan, penetapan UMP 2026 telah sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.Selain itu, penetapan UMP juga mempertimbangkan masukan dan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Kalimantan Selatan.“Saya menyetujui hasil rekomendasi Dewan Pengupahan yang telah dibahas sesuai regulasi,” ujar Muhidin dalam keterangannya yang diterima Kamis .Baca juga: Buruh Kecewa UMSK Semarang dan Jepara Hilang di 2026, Sebut Upah Jateng Alami KemunduranSelain UMP, Muhidin turut menetapkan Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) 2026 untuk enam sektor strategis di Kalimantan Selatan dengan besaran kenaikan yang bervariasi.Sektor pertambangan menjadi sektor dengan upah tertinggi, yakni sebesar Rp 3.770.000. Sementara sektor industri kayu lapis ditetapkan sebesar Rp 3.728.000.Empat sektor strategis lainnya juga mengalami penyesuaian upah sesuai ketentuan yang berlaku.Muhidin berharap kenaikan UMP dan UMSP 2026 dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus mendorong pertumbuhan dunia usaha di Kalimantan Selatan.“Harapannya para pekerja sejahtera, usaha pun maju, dan Kalsel tercinta makin sejahtera dan berkeadilan,” pungkas Muhidin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-12 18:04