Jet Tempur-Drone Pakistan Gempur Afghanistan, Taliban Akan Balas

2026-01-12 05:11:58
Jet Tempur-Drone Pakistan Gempur Afghanistan, Taliban Akan Balas
KHOST, - Serangan udara yang diduga dilakukan militer Pakistan menewaskan sepuluh warga sipil—sembilan anak dan satu perempuan dewasa—di Afghanistan, Senin malam.Pemerintah Taliban Afghanistan mengecam keras serangan di perbatasan tersebut, tepatnya di Provinsi Khost.Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menyebut pengeboman itu pelanggaran serius terhadap kedaulatan Afghanistan.Baca juga: Taliban Marah Atas Serangan Udara Pakistan, Siap Balas di Waktu yang Tepat“Pasukan invasi Pakistan mengebom rumah seorang warga sipil setempat,” tulis Mujahid dalam pernyataan di platform X, dikutip dari kantor berita AFP.Laporan dari otoritas setempat menyebutkan, korban terdiri atas lima anak laki-laki, empat anak perempuan, serta seorang perempuan dewasa.Empat warga sipil lainnya juga dilaporkan luka-luka dalam serangan yang menyasar wilayah perbatasan Khost, Kunar, dan Paktika.Menurut juru bicara Gubernur Khost, Mustaghfir Gurbuz, pengeboman dilakukan menggunakan pesawat tempur dan pesawat tanpa awak (drone).Koresponden AFP yang berada di Jige Mughalgai, wilayah dekat perbatasan, menyaksikan langsung warga berupaya mencari korban di antara reruntuhan rumah, sambil mempersiapkan pemakaman para korban.Dalam pernyataan terpisah yang dikutip AFP, Mujahid menegaskan bahwa Taliban akan mengambil langkah balasan terhadap pelanggaran tersebut.“(Taliban) mengecam keras pelanggaran ini dan menegaskan kembali bahwa mempertahankan wilayah udara, tanah, dan rakyatnya adalah hak sahnya. Pemerintah akan memberikan respons yang tepat pada waktu yang tepat,” ujarnya.Hingga berita ini ditulis, militer Pakistan belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut.Baca juga: Markas Pasukan Paramiliter Pakistan Diserang Bom Bunuh Diri, 3 TewasAFP Warga membersihkan puing-puing dari rumah yang rusak akibat serangan udara Pakistan di Jige Mughalgai, Provinsi Khost, pada 25 November 2025. Pemerintah Taliban Afghanistan berjanji akan merespons dengan tepat pada waktu yang tepat atas dugaan serangan di perbatasan Pakistan yang menewaskan 10 orang, di tengah meningkatnya ketegangan menyusul bom bunuh diri di Peshawar.Serangan udara ini terjadi hanya sehari setelah bom bunuh diri mengguncang markas pasukan paramiliter Kepolisian Federal Pakistan di Peshawar, menewaskan tiga perwira dan melukai sedikitnya 11 orang.Belum ada pihak yang mengeklaim bertanggung jawab atas serangan di Peshawar.Namun, stasiun televisi nasional Pakistan PTV melaporkan, pelaku serangan diduga warga negara Afghanistan.Presiden Pakistan, Asif Ali Zardari, menanggapi insiden itu dengan menuding adanya keterlibatan kelompok “Fitna Al Khawarij yang didukung asing”, istilah umum untuk merujuk pada Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).


(prf/ega)