Menunggu Surat dari Kantor Gubernur Bobby Nasution

2026-02-03 18:14:45
Menunggu Surat dari Kantor Gubernur Bobby Nasution
NAK, catatlah ini.Pada Senin, 24 November 2025, Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menerima sejumlah masyarakat dari pelbagai elemen seperti masyarakat adat di Tanah Batak, pemuka agama (pastor dan pendeta), akademisi, dan ahli hukum di kantornya untuk mengadakan evaluasi atas pelanggaran HAM dan perusakan lingkungan hidup oleh PT TPL.Setelah sesi pengaduan masyarakat adat, ada satu cuplikan yang 'menegangkan'. Mengapa diksi ini yang dipakai?Bobby Nasution mengungkapkan bahwa ia sendiri setuju dengan masyarakat adat, TPL mesti ditutup.Gubernur Sumatera Utara yang menjabat sejak 20 Februari 2025 tersebut menilai bahwa dampak negatif yang ditimbulkan oleh PT TPL jauh lebih kuat dibandingkan dengan dampak positif di Provinsi Sumatera Utara.Mendengar ungkapan tersebut, masyarakat yang hadir tentu bahagia.Baca juga: Tuan Rondahaim dan Semangatnya KiniNamun, kebahagiaan itu belum final. Bobby dan jajarannya akan mengeluarkan surat rekomendasi untuk menutup sementara PT TPL ke pemerintah pusat.Ia siap memediasi masyarakat yang sedang memperjuangkan hak atas tanah leluhur. Masalahnya, apakah surat rekomendasi tersebut akan (segera) ditanggapi oleh mereka yang berkuasa di pusat dengan keputusan yang diharapkan?Di sinilah letak plot yang menegangkan itu.Nak, engkau boleh bergembira juga sembari menghela nafas ringan. Namun, mari sejenak kita merenungkan pernyataan Wangari Maathai (1940-2011), aktivis lingkungan hidup dan politik dari Afrika pada 2004 silam."It's the little things citizens do. That's what will make the difference. My little thing is planting trees." (dehfoundation.org)Pernyataan tersebut muncul dari intensi kasih Maathai. Ia menyadari bahwa degradasi lingkungan dan manusia tidak terpisahkan.Regulasi pemerintahan mesti memperhatikan martabat individu masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.Adalah tanggung jawab masyarakat untuk tetap mengawal pemerintah untuk mengelola lingkungan dalam semangat menyembuhkan. Menyembuhkan bumi merupakan bentuk menyembuhkan manusia.Maathai adalah model pemimpin yang berjuang melayani untuk memelihara manusia dan planet ini. Keberanian, kerendahan hati, dan kegigihannya terus menginspirasi para advokat iklim, pendidik, dan penggerak perubahan di seluruh dunia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-03 17:41