Presiden Minta Mahasiswa Dilibatkan dalam Proyek Nasional, Ini Penjelasan Kemendikti

2026-02-04 11:19:50
Presiden Minta Mahasiswa Dilibatkan dalam Proyek Nasional, Ini Penjelasan Kemendikti
- Presiden RI Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti saintek), Brian Yuliarto untuk melibatkan mahasiswa tingkat akhir dalam berbagai pelaksanaan proyek nasional.Permintaan ini diungkapkan oleh Brian pada Jumat usai dipanggil presiden ke Istana Kepresidenan, Jakarta untuk rapat terbatas.Lebih mendalam, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) Togar M Simatupang membeberkan rincian perkembangan rencana tersebut."Sekarang lagi ada dua hal yang dilakukan. Yang pertama adalah pengembangan kurikulumnya. Karena semua orang-orang itu akan dipersiapkan, misalnya proyek management, innovation, leadership, pengaturan waktu, komunikasi, pemindahan teknologi, itu harus dipersiapkan dulu," kata Togar, ditemui di Gedung Kemensos, Jakarta, Selasa .Baca juga: Prabowo: Guru Harus Tegas terhadap Siswa Nakal, Anak Jenderal SekalipunPersiapan untuk para mahasiswa berjalan sekitar beberapa bulan."Lalu yang kedua, proyek-proyek mana yang akan ada vakansinya. Itu kan ada beberapa level, misalkan di bagian engineering, nanti ada di bagian administrasi, ada di bagian IT, itu dipetakan dulu, lalu nanti diploting," ucap Togar.Menurut Togar, mahasiswa akan dilibatkan pada hampir seluruh proyek nasional.Termasuk mereka yang merupakan pakar air, pakar IT, pakar keamanan, atau material khusus.DOK. MNP Ilustrasi mahasiswa Multimedia Nusantara Polytechnic (MNP).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-04 10:16