Promo Libur Nataru, Naik Kereta Bandara Soetta Cuma Bayar Rp 50.000

2026-01-14 01:42:21
Promo Libur Nataru, Naik Kereta Bandara Soetta Cuma Bayar Rp 50.000
JAKARTA, - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter memberikan promo tiket Commuter Line Basoetta atau kereta bandara dengan tarif Rp 50.000 bagi pengguna yang melakukan perjalanan dari Stasiun Manggarai, BNI City, atau Duri menuju Stasiun Bandara Soetta, maupun sebaliknya. Promo tersebut berlaku selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yakni untuk tiket keberangkatan pada 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan transportasi publik saat mobilitas meningkat pada akhir tahu "Tiket promo dengan harga spesial ini digelar untuk mengajak masyarakat menggunakan Commuter Line Basoetta dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta pada hari libur akhir tahun," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda dalam keterangannya, Minggu .Baca juga: KCI Kasih Promo Tiket Kereta Bandara, Ini KetentuannyaIa menuturkan, promo diberikan dengan kuota terbatas di setiap jadwal perjalanan harian. Pengguna yang ingin mendapatkan tarif khusus ini harus membeli tiket melalui aplikasi pemesanan C-Access mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. "Dengan adanya promo ini, KAI Commuter berharap masyarakat dapat memanfaatkan transportasi publik Commuter Line menuju bandara hanya dengan 39 menit. Kami berkomitmen untuk selalu menjadi lebih baik dalam melayani seluruh penggunanya," ucapnya. Pada periode Nataru ini, KAI Commuter memproyeksi jumlah pengguna Commuter Line Basoetta mencapai 106.000 orang. Angka tersebut naik 3 persen dibandingkan pengguna pada periode libur akhir tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan, perusahaan akan mengoperasikan layanan Commuter Line Baosetta sebanyak 70 perjalanan setiap hari. Penambahan dan optimalisasi perjalanan dilakukan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya penumpang pesawat yang menuju maupun dari Bandara Soekarno-Hatta. Selain melayani penumpang bandara, layanan ini juga bisa digunakan sebagai alternatif transportasi masyarakat sekitar Tangerang untuk menuju pusat Kota Jakarta atau sebaliknya.Baca juga: KAI Uji Coba Percepatan Kereta Bandara, Targetkan Tempuh Lebih CepatKarina pun mengimbau, para pengguna agar memperhatikan waktu keberangkatan kereta, terutama bagi penumpang pesawat. Pengguna disarankan menggunakan Commuter Line Basoetta dengan jadwal keberangkatan sekitar 2-3 jam sebelum waktu penerbangan. "Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, KAI Commuter juga mengimbau kepada pengguna yang akan melakukan penerbangan internasional maupun penerbangan dalam negeri bisa naik Commuter Line Basoetta dengan jadwal 2-3 jam sebelum jadwal penerbangannya," ucapnya. Adapun tiket atau e-ticket Commuter Line Basoetta hanya dapat digunakan sesuai dengan data yang tertera pada tiket, meliputi jadwal dan tanggal keberangkatan serta stasiun asal dan stasiun tujuan. Tiket juga berfungsi sebagai akses masuk (in) dan keluar (out) di gate stasiun keberangkatan dan kedatangan Commuter Line Basoetta. Oleh karena itu, pengguna diimbau untuk menjaga tiket hingga perjalanan selesai. KAI Commuter juga mencatat, total jumlah pengguna Commuter Line Basoetta sepanjang tahun berjalan, atau sejak awal 1 Januari hingga 20 Desember 2025 mencapai 2,26 juta orang.Baca juga: Rute Perjalanan Kereta Bandara Kualanamu Ditambah, Jadi Berapa Harga Tiketnya?


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-14 01:52