SOLO, - Pakubuwono (PB) XIV Hangabehi menghadiri peringatan 40 hari wafatnya PB XIII di Sasana Handrawina Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu .Kehadirannya menarik perhatian karena ia mengenakan beskap hitam, jarit motif parang, dan kacamata hitam, berbeda dari para tamu yang sebagian besar memakai beskap putih.PB XIV Hangabehi menegaskan tidak ada maksud khusus di balik busana yang ia kenakan."Enggak ada (pembedanya). Kebetulan (pakaian) yang putih di-laundry. Beliau (menunjuk tamu lainnya) juga abu-abu, masih ada beberapa yang berpakaian yang tidak punya seragam putih," candanya.Baca juga: Belum Pikirkan Jumenengan, KGPH Hangabehi Masih Fokus 40 Hari Wafatnya PB XIIIIa menjelaskan bahwa idealnya acara wilujengan memang menggunakan beskap putih."Tapi memang biasanya wilujengan diharuskan pakai beskap putih. Tapi enggak apa-apa dengan motif lain yang penting tidak motif bludru, tidak motif bunga-bunga atau motif yang sifatnya tidak boleh dipakai di keraton," ujarnya.Usai peringatan 40 hari, PB XIV Hangabehi menyampaikan bahwa dirinya kini fokus pada pembenahan Bangsal Pradonggo yang mengalami penurunan pada bagian atapnya.Supaya tidak roboh, atap bangsal kini ditopang dengan bambu."Saya masih mikir baru saja saya urus untuk pemasangan bambu karena masih ranah revitalisasi. Nanti panggung (Songgobuono) selesai masih tahap awal museum juga selesai, malah ketambahan yang ada di Bangsal Pradonggo mengalami penurunan kayu," katanya.Baca juga: Dua Kubu di Keraton Surakarta Gelar Peringatan 40 Hari Wafatnya Pakubuwono XIII Secara TerpisahIa menegaskan belum memikirkan rencana jumenengan karena prioritasnya adalah perbaikan keraton."Jadi saya masih fokus untuk pembenahan-pembenahan keraton yang mana memang harus disegerakan. Kalau tidak nanti dampaknya lebih parah lagi untuk kerusakan-kerusakan lain. Fokus di situ dulu," ucapnya.Sebagaimana diketahui, KGPH Mangkubumi atau Hangabehi diikrarkan sebagai PB XIV dalam rapat keluarga besar putri-putri dalem PB XII dan putra-putri PB XIII di Sasana Handrawina pada Kamis .Rapat itu difasilitasi Maha Menteri Keraton Surakarta, Kanjeng Gusti Panembahan Agung Tedjowulan.Sementara itu, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng mengatakan sebelum acara peringatan 40 hari, keraton juga menggelar khataman Quran tiga hari sebelumnya.Menurutnya, hanya sebagian abdi dalem dan sentana dalem yang mengikuti acara 40 hari wafatnya PB XIII.Gusti Moeng menjelaskan alasan acara digelar siang hari."Ini kan musim hujan. Kalau sore hujan kan kasihan (abdi dalem). Karena banyak (abdi dalem) yang dari pinggiran kota," ujarnya.
(prf/ega)
Tampil Beda di Peringatan 40 Hari PB XIII, PB XIV Hangabehi: Baju Putih Kebetulan di-Laundry
2026-01-11 14:56:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:41
| 2026-01-11 13:44
| 2026-01-11 13:33
| 2026-01-11 13:00










































