Kebakaran Terra Drone di Kemayoran, Ibu Panik Dapat Telepon “Bu, Kantorku Meledak”, 22 Orang Tewas

2026-01-12 19:22:59
Kebakaran Terra Drone di Kemayoran, Ibu Panik Dapat Telepon “Bu, Kantorku Meledak”, 22 Orang Tewas
- Kepanikan menyelimuti keluarga para pegawai usai terbakarnya kantor PT Terra Drone Indonesia di Jalan Letjen Suprapto, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa siang.Kebakaran di gedung enam lantai itu menewaskan 22 orang dan memicu proses evakuasi dramatis dari rooftop.Salah satu momen yang menggambarkan kepanikan itu dialami oleh Dea Anjani (52), ibu dari Safa Alifia (20), staf HRD yang bekerja di lantai tiga gedung tersebut.Dea mengatakan ia menerima telepon dari putrinya tepat saat kebakaran hebat terjadi."Saya di telpon, katanya 'Bu, kantorku meledak', abis itu saya enggak tahu lagi," ujar Dea, dikutip dari Wartakota.Telepon itu masuk sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah sambungan terputus, Dea segera mendatangi lokasi kebakaran di Kemayoran dan mencari keberadaan putrinya di tengah kepulan asap.Baca juga: Kala Kebakaran Gedung Terra Drone Renggut Nyawa Ibu Hamil yang Akan Melahirkan Bulan DepanSetibanya di lokasi, Dea melihat Safa berada di luar gedung dan tengah membantu proses pendataan karyawan Terra Drone Indonesia.Menurut Dea, saat ledakan pertama terjadi, Safa sedang berada di lantai tiga.Safa disebut sempat menyampaikan bahwa dugaan awal ledakan bersumber dari baterai drone yang meledak ketika sedang di-charge.“Katanya awalnya dari baterai drone yang meledak, dia langsung lari keluar, tapi beberapa temannya masih tertinggal di dalam gedung,” ujar Dea dengan nada campur aduk antara cemas dan lega.Dea bersyukur putrinya dapat keluar tepat waktu meski masih dalam kondisi syok.Sejumlah kesaksian warga menggambarkan situasi mencekam saat kebakaran Terra Drone berlangsung. Seorang saksi bernama Wandi (51) melihat api sudah membesar di lantai dasar sekitar pukul 12.40 WIB.Ia menyebut sejumlah pegawai berteriak meminta pertolongan."Jadi karyawannya pada lari ke atas semua menyelamatkan diri," kata Wandi.Menurutnya, di lantai bawah api sudah membesar sehingga karyawan tidak dapat turun untuk keluar melalui pintu utama. Warga sekitar tidak bisa memberi bantuan lantaran tidak memiliki peralatan memadai.Baca juga: Kisah Pilu Korban Kebakaran Kantor Terra Drone: Merantau dari Lampung Ikut Suami dan Tengah Hamil


(prf/ega)