Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025

2026-02-05 13:44:19
Pemkot Semarang Dukung Pelatihan Dewan Hakim Jelang MTQ Kota Semarang 2025
- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mendukung kegiatan Pelatihan Dewan Hakim yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Semarang di Hotel Candi Indah Semarang, Selasa . Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Kota Semarang yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November 2025. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Budi Prakosa menegaskan, LPTQ harus memastikan bahwa dengan latar yang beragam, dewan hakim perlu menyamakan persepsi agar meminimalkan unsur subjektivitas. “Diksi dewan hakim selain bertanggung jawab kepada panitia, juga bertanggung jawab secara moral kepada Allah,” ujarnya saat membuka acara. Pemkot Semarang pun memberikan apresiasi kepada LPTQ Kota Semarang atas inovasi yang dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas. Baca juga: Banjir Rugikan Ratusan Miliar Rupiah, Pemkot Semarang Tambah Pompa Kapasitas 1.000 Liter per DetikPemkot Semarang juga mendukung kegiatan tersebut guna menyongsong pelaksanaan MTQ tingkat Kota Semarang, MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan MTQ tingkat Nasional yang akan dilaksanakan di Kota Semarang. Dukungan itu diberikan dalam bentuk pendanaan, fasilitasi, dan sarana prasarana akan diberikan untuk menunjang kegiatan LPTQ Kota Semarang. Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Harian LPTQ Kota Semarang Labib menyampaikan, salah satu tujuan kegiatan itu adalah untuk menyamakan persepsi seluruh dewan hakim.Dia menjelaskan, untuk menyeleksi juara MTQ yang berkualitas di Kota Semarang, persepsi seluruh dewan hakim MTQ harus sama, baik di tingkat kecamatan maupun kota.Labib menambahkan, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah objektivitas dan profesionalisme dewan hakim MTQ dalam melaksanakan tugas. Baca juga: Pemkot Semarang Gelar Festival Wayang Semesta Volume 1, Jaga Tradisi dan Gerakkan UMKM“Kami harap yang menjadi juara di masing-masing MTQ adalah orang yang memang benar-benar mempunyai kompetensi yang unggul dan bermental juara,” katanya.Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Semarang Muhammad Ahsan menekankan pentingnya kompetensi yang dimiliki dewan hakim, baik kompetensi materi maupun kompetensi penilaian. Menurutnya, Pemkot Semarang telah mendukung penuh kegiatan LPTQ Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas MTQ di Kota Semarang. Dia juga mendorong agar LPTQ Kota Semarang dan LPTQ Kecamatan merapatkan barisan, mengingat target Kota Semarang adalah mempertahankan Juara Umum pada ajang MTQ tingkat Jateng.Adapun muatan utama kegiatan tersebut adalah para peserta dibagi menjadi tiga kelompok materi sesuai dengan kompetensinya masing-masing, yakni tilawah, tahfidz, dan tartil. Baca juga: Pengamat Transportasi: Armada Trans Semarang Sudah Enggak Layak, Saatnya GantiSalah satu peserta Pelatihan Dewan Hakim, Ismaisaroh, mengapresiasi kegiatan tersebut.“Yang penting untuk memberikan bekal bagi dewan hakim agar menjalankan tugas dengan professional,” ujarnya. Ismaisaroh berharap, Pelatihan Dewan Hakim MTQ Kota Semarang dapat digelar lebih sering dan lebih baik lagi sesuai kategori lomba masing-masing.“Ini juga supaya kafilah yang dikirim untuk MTQ tingkat Provinsi Jateng dapat menghasilkan juara umum seperti MTQ tahun kemarin,” katanya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-05 11:49