KUPANG, - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut, sekitar 73 persen situs warisan dunia terancam bencana karena air, mulai dari banjir, badai, erosi, hingga kenaikan permukaan laut.Fadli menyampaikan hal itu dalam kegiatan Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 yang dihadiri 13 negara di Hotel Harper Kupang, Rabu .Data tersebut, kata Fadli, berdasarkan rilis resmi United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO)."Indonesia bagian timur menjadi rumah bagi lebih dari 300 bahasa daerah, mewakili sekitar 42 persen keragaman linguistik nasional.""Namun, bentang budaya yang begitu kaya ini kini menghadapi tantangan besar karena sekitar 73 persen situs warisan dunia terancam bencana," kata dia.Baca juga: Menjalin Kembali Akar Budaya Pasifik dari Kupang bersama 13 Negara Menurutnya, krisis tersebut berkembang cepat menjadi darurat budaya berskala sistemik yang mengancam mata pencaharian, situs warisan dan keberlanjutan pengetahuan budaya masyarakat.Di sisi lain, kesenjangan sosial dan akses teknologi yang belum merata turut membatasi partisipasi setara dalam pertukaran budaya dan ekonomi kreatif.Banyak pelaku budaya di negara-negara kepulauan masih terputus dari platform digital, teknologi dan jaringan global yang kini menjadi sarana utama menyebarkan nilai dan karya budaya.Potensi besar kebudayaan Indonesia dan kawasan Pasifik hanya dapat terwujud melalui kerja sama dan kemitraan lintas negara.Dengan semangat merayakan budaya bersama, Indonesia menegaskan kembali peran budaya sebagai kekuatan pemersatu, penggerak pembangunan berkelanjutan, serta pilar kerja sama regional."Inilah semangat di balik penyelenggaraan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPAC) 2025, sebuah wadah kolektif budaya bagi kawasan Pasifik," kata Fadli.Baca juga: Refleksi Hari Ayah Nasional, Saatnya Menghapus Budaya FatherlessMelalui program residensi seni, pameran, dialog tingkat menteri dan sesi pleno, IPAC 2025 bertujuan memperkuat jejaring budaya, memfasilitasi kolaborasi lintas wilayah, dan memperkaya dinamika dialog antarperadaban.Lebih dari sekadar keragaman hayati, IPAC merayakan keragaman peradaban yang terbentuk dari berabad-abad interaksi, migrasi, dan pertukaran maritim dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga Bula Rote./SIGIRANUS MARUTHO BERE Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, bersama sejumlah menteri negara Pasifik dan pejabat NTTIndonesia merupakan salah satu pusat peradaban tertua di dunia. Fosil Homo Erectus di Sangiran, Trinil, dan Ngandong — berusia lebih dari 1,8 juta tahun — mewakili lebih dari setengah catatan evolusi manusia global.
(prf/ega)
Fadli Zon: 73 Persen Situs Warisan Dunia Terancam Bencana, Darurat Budaya Kini Nyata
2026-01-12 04:08:34
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:18
| 2026-01-12 04:17
| 2026-01-12 04:11
| 2026-01-12 03:06










































