Gibran Cerita Kesan Mendalam ke Megawati: Saya Bersyukur Bisa Belajar Langsung

2026-02-02 04:36:36
Gibran Cerita Kesan Mendalam ke Megawati: Saya Bersyukur Bisa Belajar Langsung
Jakarta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menceritakan kesan kuat terhadap Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, sosok yang disebutnya memiliki peran langsung dalam membimbing perjalanan kariernya. Mulai dari menjadi Wali Kota Solo, hingga kini menjabat sebagai wakil presiden termuda dalam sejarah Indonesia.Baginya, ada banyak nilai, kebiasaan, dan prinsip kepemimpinan yang dipelajari langsung dari Megawati.“Tantangan pasti banyak lah. Tapi ya saya merasa bersyukur. Saya bisa belajar langsung dari tiga presiden,” kata Gibran dalam dalam Program Liputan6 SCTV Eksklusif “Gibran Bicara” yang tayang pada Senin, 1 Desember 2025. AdvertisementDalam wawancara eksklusif tersebut, Gibran menjelaskan bahwa perjalanan politiknya dipengaruhi oleh tiga sosok, yaitu Megawati Soekarnoputri, Joko Widodo atau Jokowi, dan Prabowo Subianto. Namun, dia menegaskan peran Megawati memiliki ruang tersendiri. Sebab, bimbingannya dimulai sejak masa awal Gibran terjun ke pemerintahan.“Dari zaman Wali Kota saya banyak dibimbing oleh Ibu Megawati Soekarno Putri, dan saya kira beliau itu luar biasa perempuan yang paling hebat di negeri ini,” ujarnya. Gibran juga menyebut bahwa pengalaman kerjanya saat ini bersama Presiden Prabowo membuatnya mendapatkan pelajaran lain, terutama mengenai kepemimpinan dalam pengambilan keputusan dan kemampuan menjalin hubungan internasional. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-02 04:26