JAKARTA, - Perusahaan properti global dari Malaysia, Armani Group, secara resmi memperkenalkan proyek terbarunya, Armani Hallson KLCC, kepada investor Indonesia di Jakarta pada Sabtu .Peluncuran ini menjadi indikasi kuat bahwa pasar properti Malaysia kini dipandang sebagai destinasi investasi yang menarik bagi modal Indonesia, didorong oleh sejumlah faktor ekonomi dan regulasi yang kompetitif.Minat investor Indonesia terhadap properti Malaysia mengalami peningkatan, yang didorong oleh faktor-faktor ekonomi makro kompetitif.Baca juga: Transaksi Linktown Tembus Rp 2,7 Triliun, Ditopang Kredit Properti Di antaranya adalah stabilitas ekonomi dan pajak rendah. Malaysia menawarkan pajak yang lebih rendah dan stabilitas pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang stabil.Selain itu, harga properti di Malaysia terhadap daya beli dan potensi pertumbuhan, dianggap termasuk yang paling terjangkau di kawasan Asia Tenggara.Faktor berikutnya adalah Malaysia, terutama Kuala Lumpur, semakin dipandang sebagai alternatif investasi properti freehold yang likuid bagi modal Indonesia.Kemudian, biaya hidupnya yang relatif rendah, meskipun tren ekonomi terbaru telah membawa beberapa perubahan pada lanskap keuangan domestik.Malaysia menawarkan biaya hidup yang cukup rendah dibandingkan banyak negara Barat, menjadikannya pilihan yang menarik bagi mereka yang mempertimbangkan relokasi.Baca juga: Gerbang Raja Salman Gaet Investasi dari BPKH Indonesia dan Raksasa Properti GlobalBagi individu lajang yang mempertimbangkan pindah ke Malaysia, anggaran bulanan sebesar 1.500 dolar AS dianggap mampu menyediakan gaya hidup yang nyaman.Anggaran ini mencakup biaya-biaya penting sekaligus menyisakan ruang untuk tabungan. Ambang batas anggaran ini menjadikan Malaysia sangat menarik dibandingkan tujuan regional lainnya.Namun, kebutuhan finansial ini sangat bervariasi tergantung pada ukuran keluarga dan preferensi gaya hidup.Charlie Lim dari World Property Insight, seorang pakar properti luar negeri asal Indonesia, mengamati bahwa tren kepemilikan properti di Malaysia oleh orang Indonesia semakin meningkat dan optimistis akan terus bertambah dalam beberapa tahun ke depan.Armani Hallson KLCC sendiri dikembangkan di atas lahan seluas 1,05 hektar di Jalan Ampang, Kuala Lumpur, yang terdiri dari tiga tower dengan total 2.215 unit apartemen.COO Armani Group, Pn Maria Wan Malek menegaskan bahwa proyek ini berlokasi di pusat ibu kota, hanya sekitar 300 meter dari kawasan ikonik KLCC."Keunikan arsitektural proyek ini terletak pada fasilitas dan konektivitasnya dan satu-satunya proyek di Kuala Lumpur yang memiliki jembatan penghubung langsung ke kawasan KLCC," ujar Pn Maria, dalam keterangannya, Rabu .Baca juga: Investasi Properti Rp 55,5 Triliun Mangkrak Akibat Jebakan Perizinan
(prf/ega)
Malaysia, Sasaran Baru Orang Indonesia Beli Properti
2026-01-12 19:01:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 18:43
| 2026-01-12 18:03
| 2026-01-12 17:13
| 2026-01-12 16:52
| 2026-01-12 16:38










































