Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara Didirikan

2026-01-13 12:55:36
Percepat Pemulihan Aceh Tamiang, Bangunan Modular Huntara Didirikan
JAKARTA, - Di tengah tantangan pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, kecepatan dan kualitas hunian menjadi variabel penentu keselamatan masyarakat.Menjawab kebutuhan mendesak tersebut, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) bersama anak usahanya, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), menghadirkan terobosan konstruksi melalui sistem Bangunan Modular.Dalam situasi darurat bencana, konstruksi konvensional seringkali terkendala oleh waktu, cuaca, dan mobilisasi material.Baca juga: 7 BUMN Karya Kompak Bangun 600 Huntara Korban Bencana di Aceh TamiangTeknologi modular WEGE hadir sebagai solusi disruptif yang menawarkan efisiensi tanpa mengorbankan durabilitas.Sebagian besar komponen huntara diproduksi di pabrik dengan standar kontrol kualitas tinggi.Hal ini meminimalisasi limbah di lokasi bencana dan mempercepat waktu instalasi hingga 30-50 persen lebih cepat dibanding bangunan permanen.Huntara ini dirancang menggunakan rangka baja ringan yang fleksibel terhadap guncangan guncangan tanah dan antisipasi gempa susulan, serta tahan terhadap korosi.Penggunaan papan semen, multiplek lantai, serta atap zincalume memastikan hunian tetap sejuk di siang hari dan hangat di malam hari, menciptakan kenyamanan psikologis bagi warga terdampak.Baca juga: HGU di 32 Kab/Kota Disiapkan untuk Huntara Korban Banjir Sumatera"Melalui kolaborasi WIKA dan WEGE, kami menghadirkan Huntara modular yang dibangun secara cepat, aman, dan kuat, sehingga dapat segera dimanfaatkan sebagai tempat tinggal yang nyaman dan layak," ujar Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, dikutip Kompas.com, Senin .WIKA-WEGE memahami bahwa pemulihan sosial tidak cukup hanya dengan atap dan dinding.Oleh karena itu, 80 unit Huntara yang berlokasi strategis di Jalan Banda Aceh–Medan ini dirancang sebagai satu ekosistem sosial yang lengkap.Baca juga: 786 Huntara di Sulawesi Tengah Belum BerpenghuniHal ini mencakup toilet dan sarana air bersih yang higienis guna mencegah wabah penyakit pascabencana, mushola dan dapur umum sebagai pusat interaksi warga untuk mempercepat pemulihan trauma (trauma healing).Lokasi di Kebun Tanjung Seumantoh dipilih agar warga tetap memiliki konektivitas terhadap jalur ekonomi dan distribusi bantuan logistik.Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini merupakan bagian dari program BUMN Peduli yang dikoordinasikan oleh Danantara Indonesia dan Badan Pengaturan (BP) BUMN.Total dukungan infrastruktur dan logistik yang dihimpun secara kolektif mencapai lebih dari Rp 72 miliar.Kolaborasi lintas sektor ini memastikan bahwa proses pemulihan berjalan akuntabel, tepat sasaran, dan berkelanjutan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-01-13 12:21