– Bencana ekologis kembali datang silih berganti. Banjir besar yang melanda berbagai wilayah, terutama di Sumatera menjadi pengingat keras bahwa hutan yang rusak selalu meninggalkan jejak panjang bagi kehidupan manusia.Sungai meluap, ladang terendam, rumah hanyut, dan mata pencaharian lenyap dalam hitungan jam. Semua itu berawal dari satu persoalan yang sering diabaikan, yakni hilangnya daya dukung alam.Hutan sejatinya bukan sekadar hamparan pohon. Ia adalah penjaga keseimbangan, penyimpan air, pelindung tanah, sekaligus sumber kehidupan bagi jutaan orang.Baca juga: Banjir Sumatera, Warganet Rindukan Sosok Sutopo Purwo NugrohoKetika hutan ditebang tanpa kendali, alam kehilangan kemampuannya untuk menahan hujan, menyaring air, dan menjaga siklus kehidupan tetap berjalan.Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satwa liar, tetapi juga oleh manusia yang hidup di sekitarnya.Di balik narasi besar tentang kerusakan lingkungan, ada kisah-kisah kecil yang sangat layak jadi teladan.Kisah tentang orang-orang biasa yang memilih berdiri di garis terdepan menjaga hutan, sering kali tanpa perlindungan, tanpa dukungan finansial, dan tanpa jaminan keselamatan.Mereka bukan pejabat, bukan pula tokoh terkenal. Sebagian bahkan sempat dicap aneh, sinting, keras kepala, atau melawan arus.Perjuangan mereka berlangsung senyap dan panjang. Ada yang menanam pohon seorang diri puluhan tahun, ada yang menolak tambang dengan cara damai, ada pula yang mempertaruhkan nyawa demi mempertahankan hutan adat dari ekspansi industri.Bagi mereka, hutan bukan komoditas, melainkan warisan dan penopang hidup yang harus dijaga.Kisah para penjaga hutan ini lahir dari kekhawatiran maupun pengalaman langsung menghadapi bencana, kekeringan, kelaparan, dan hilangnya sumber air.Dari sanalah tumbuh kesadaran bahwa menjaga alam adalah soal bertahan hidup. Apa yang mereka lakukan bukanlah tindakan heroik sesaat, melainkan komitmen seumur hidup.Baca juga: Sosok Irwan Yusuf, Ayah Marshanda yang Meninggal Dunia Hari IniBerikut adalah sejumlah sosok penjaga hutan dari berbagai daerah di Indonesia yang telah menunjukkan praktik nyata merawat alam: Di lereng Gunung Lemongan, Lumajang, Jawa Timur, Daim (64) mengabdikan hampir separuh hidupnya untuk menghijaukan kembali hutan yang rusak.Berbekal cangkul dan bibit pinang, ia keluar-masuk hutan sejak 1996, bahkan saat dianggap "sinting" atau “gila” oleh sebagian orang.
(prf/ega)
Sosok-sosok Pahlawan Penjaga Hutan, Teladan dari Akar Rumput
2026-01-12 03:47:13
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:35
| 2026-01-12 02:43
| 2026-01-12 02:19
| 2026-01-12 02:15










































