Ibu dan Bayi Meninggal, RS Marthen Indey Audit Maternal

2026-01-11 04:16:55
Ibu dan Bayi Meninggal, RS Marthen Indey Audit Maternal
JAYAPURA, - Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura angkat bicara terkait kasus kematian ibu dan bayi yang memicu persoalan dengan pihak keluarga pasien.Kepala Rumah Sakit Marthen Indey, Kolonel Ckm dr Rudy Dwi Laksono menyatakan, pihaknya akan evaluasi menyeluruh dan audit medis untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.Pernyataan ini disampaikan Rudy usai pertemuan mediasi dengan pihak keluarga korban yang dihadiri perwakilan Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta Kodam XVII/Cenderawasih pada Senin .Baca juga: Polisi Ungkap Luka di Leher Ibu dan Anak dalam Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di SitubondoRudy mengakui hingga kini belum tercapai titik temu atau kesepakatan antara rumah sakit dan keluarga korban meskipun telah dilakukan pertemuan.Namun, ia menegaskan, RS Marthen Indey akan melakukan pembenahan besar-besaran secara internal."Sementara memang belum sepakat. Tapi untuk internal, kami akan mengevaluasi semuanya, mulai dari SOP (standar operasional prosedur), tindakan medis, hingga sikap dokter maupun perawat. Kami akan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari," ujar dr. Rudy kepada awak media.Menurutnya, faktor komunikasi sering kali menjadi kendala dalam pelayanan medis.Ia berharap komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien ke depannya bisa berjalan lebih intens dan transparan.Baca juga: Ibu dan Anak di Kebumen Hilang Usai Pamit Pergi ke PAUD, Sepekan Tak PulangMenanggapi pertanyaan mengenai prosedur penanganan medis, Rudy mengeklaim penanganan telah dilakukan sesuai SOP yang berlaku sejak pasien tiba hingga dinyatakan meninggal dunia.Untuk memastikan hal tersebut, akan dilakukan audit maternal."Kami akan mengadakan audit maternal untuk mengetahui mengapa ibu dan bayi tersebut meninggal dunia. Audit ini akan dilakukan langsung oleh pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta melalui video conference," jelasnya.Audit ini rencananya akan digelar dalam waktu dekat dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk organisasi profesi seperti POGI (Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), bidang pelayanan dan mutu Kemenkes, serta Dinas Kesehatan setempat.Evaluasi akan mencakup pemeriksaan dokumen medis, aturan SOP, hingga kompetensi personel yang bertugas saat kejadian.Terkait isu kekosongan dokter spesialis saat kejadian yang bertepatan dengan suasana Natal dan Tahun Baru (Nataru), Rudy menjelaskan, sistem yang diterapkan adalah sistem jaga atau on-call."Dokter spesialis kami ada tiga orang. Karena ini masa libur Nataru, mereka membagi tugas atau saling mem-backup. Jadi tetap ada dokter yang bertugas (standby) secara bergantian. Jika kondisi pasien tidak stabil dan sangat memerlukan kehadiran fisik, dokter tersebut pasti datang," tuturnya.Ia menegaskan, keputusan klinis sepenuhnya berada di tangan dokter yang bertugas. Pihaknya terbuka terhadap hasil audit nantinya.Jika dalam proses audit ditemukan adanya pelanggaran prosedur atau kelalaian tenaga medis, Rudy akan menyampaikannya jujur sebagai bentuk pertanggungjawaban dan bahan perbaikan institusi."Kalau memang ditemukan ada pelanggaran atau kesalahan, akan kami sampaikan. Itu menjadi catatan untuk perbaikan internal kami ke depannya," pungkasnya.


(prf/ega)